RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional memasuki resesi pada kuartal III-2020 akhir September. Pasalnya, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 1,7 persen.

Resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut. Sementara, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi di minus 1,7 persen dan 0,6 persen, akan meningkatkan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan.

Sekarang, kata dia, jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang dan akan bertambah le bih dari 5 juta saat resesi. “Apalagi, setiap tahun di Indonesia ada tambahan 2,24 juta orang yang membutuhkan lapangan kerja baru,” jelas Rosan pada diskusi virtual, Kamis (24/9).

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

Selain itu, lanjut Rosan, berdasarkan data ketenagakerjaan, saat ini ada 8,14 juta orang yang setengah menganggur dan 28,41 juta orang pekerja paruh waktu. Dengan demikian, setidaknya ada 46,3 juta orang yang tidak bekerja secara penuh.
 Selanjutnya