RMco.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan kasus Corona terus melonjak. Tak ada tanda-tanda penyakit sialan ini mereda. Di sisi lain, ekonomi juga jeblok. Resesi yang dikhawatirkan tak bisa dibendung lagi. Meski demikian, Presiden Jokowi tetap masih bisa “menegakkan kepala”. Katanya, Indonesia masih lebih baik dari negara lain.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberi sambutan sekaligus membuka Muktamar IV Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), secara virtual dari Istana Bogor, kemarin. Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan, Indonesia saat ini tengah menghadapi ujian berat, yaitu pandemi virus corona. Pandemi ini mendatangkan krisis kesehatan dan menekan perekonomian hampir di semua negara, termasuk Indonesia. 

Tercatat, 32,7 juta orang di 215 negara terinfeksi Corona. Jumlah kasus Corona di Indonesia sendiri sudah mencapai 266 ribu orang. Kata Jokowi, jumlah tersebut masih relatif sedikit dibanding negara lain seperti Amerika Serikat atau India. “Amerika Serikat 7,2 juta orang, di India 5,9 juta orang, di Brazil 4,6 juta orang, di Rusia 1,1 juta orang dan ratusan ribu meninggal,” katanya. 

Berita Terkait : SBY Tak Nyerang Jokowi

Jumlah kematian di seluruh dunia, kata Jokowi, saat ini sudah mencapai 991 ribu orang. Sementara jumlah kematian akibat Corona di Indonesia mencapai 10 ribu orang. “Alhamdulillah, per 25 September angka kesembuhan kita 196 ribu dengan tingkat kesembuhan 73,5 persen. Ini semakin meningkat dan akan terus kita tingkatkan. Angka kematian akan terus kita tekan. Jumlah kasus harian kita turunkan, terus kita tekan agar kurvanya bisa melandai,” kata Jokowi. 

Untuk menekan penularan, sebut Jokowi, pemerintah mengambil kebijakan pembatasan sosial. Di sisi lain, kebija¬kan ini telah menghentikan aktivitas perekonomian. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi tertekan hingga minus. Kondisi ini terjadi hampir di semua negara, termasuk sejumlah negara besar. 

India misalnya, di kuartal kedua minus 23,9 persen. Inggris minus 21,7 persen. Malaysia minus 17,1 persen, dan Singapura minus 13,2 persen. Bagaimana dengan Indonesia? Pada kuartal pertama, ekonomi Indonesia masih tumbuh 2,97 persen di saat negara lain sudah negatif. Di kuartal kedua, anjlok menjadi minus 5,32 persen. Kuartal ketiga nanti dipastikan masih berada di zona negatif. “Inil saya sampaikan apa adanya,” tegasnya. 

Berita Terkait : Jokowi Belum Senang

Menghadapi kondisi ini, Jokowi mengajak masyarakat tidak menyerah. Ia menegaskan, pemerintah tak bisa menghadapi pandemi ini sendirian. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat bersatu, disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, serta rutin mencuci tangan. Selain itu, ia juga meminta masyarakat membantu sesama pada masa sulit ini. “Agar saudara-saudara kita tidak semakin terpuruk karena kesulitan ekonomi,” cetusnya. 

Menanggapi pidato Jokowi, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam meminta masyarakat tidak memanfaatkan kondisi pandemi Corona untuk mendiskreditkan pemerintah. Apalagi sampai berupaya menjatuhkan Presiden Jokowi di tengah jalan. “Itu namanya tak sabar menahan syahwat politik,” kata Usamah, kemarin. 

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Iwan Ariawan meminta pemerintah serius menekan penularan Corona. Menurut dia, kasus penambahan Corona sudah mengkhawatirkan yaitu mencapai 4 ribu orang per hari. Jika kasus penambahan tak turun, ia khawatir bulan depan pasien akan kehabisan tempat tidur di rumah sakit. Soalnya saat ini kapasitas rumah sakit sudah mulai penuh. 
 Selanjutnya