RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Sukamiskin, Jawa Barat. Eksekusi dilakukan pada Jumat (25/9).

Rohadi adalah terpidana kasus suap pengurusan perkara pencabulan yang dilakukan artis dangdut Saipul Jamil. "Yang bersangkutan akan menjalani pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (28/9).

Berita Terkait : Penyidik KPK Dalami Rekomendasi Usaha Benih Lobster Dari Gubernur Bengkulu Dan Bupati Kaur

Eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 128/PK/Pid.Sus/2020 tanggal 17 Juni 2020. Selain hukuman penjara, Rohadi juga dihukum membayar denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Pengadilan Tipikor sebelumnya menjatuhkan vonis 7 tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Rohadi. Majelis hakim menilai Rohadi terbukti menerima uang sejumlah Rp 50 juta lantaran sudah memberikan akses kepada pengacara Berthanatalia Ruruk Kariman terkait penyusunan majelis hakim yang mengadili perkara Saipul Jamil.

Berita Terkait : Bos JECO Group Hong Artha Dieksekusi Ke Lapas Sukamiskin

Rohadi juga terbukti menerima Rp 250 juta dari Berthanatalia Ruruk Kariman, Kasman Sangaji dan Samsul Hidayatullah. Uang tersebut diberikan ke Rohadi dengan tujuan mempengaruhi putusan perkara atas nama Saipul Jamil untuk dapat menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya.

Rohadi pun mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Mahkamah Agung (MA) mengabulkan upaya hukum peninjauan kembali mantan Panitera PN Jakut itu.

Berita Terkait : Eks Panitera PN Jakut Rohadi Segera Disidang

MA memutuskan Rohadi dijatuhi pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan yang dijatuhkan pada Rabu, 17 Juni 2020. [OKT]