RMco.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menyatakan kegeramannya terhadap aksi vandalisme mushola di Pasar Kemis, Tangerang-Banten.

Aksi tersebut dinilai telah melanggar sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. “Ini merupakan tindakan tidak terpuji. Sudah jelas telah melanggar Sila pertama,” kata Benny, Rabu (30/9).

Berita Terkait : Pelaku Perusakan Mushola di Pasar Kemis, Tangerang Terancam 5 Tahun Penjara

"Tindakan ini tidak diperbolehkan oleh siapa pun, agama apa pun, suku apa pun. Karena semua orang memilki tanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan melindungi tempat ibadah. Sehingga, nilai-nilai sakral rumah ibadah wajib dihormati," imbuhnya.

Alumnus Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang itu juga menilai, pelaku vandalisme tersebut tidak memilki kaidah-kaidah moral. Harus ada tindakan tegas dari aparat kepolisan. “Makanya, ini tugas kepolisian untuk mengungkap tuntas motif para pelaku melakukan tindakan ini. Terpenting, proses di pengadilan harus transparan. Sehingga, tidak menimbulkan kecurigaan publik," tandas Benny,

Baca Juga : Bawaslu Minta Polri Bantu Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Warga Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan aksi vandalisme yang dilakukan orang tidak dikenal di Mushola Darussalam, Selasa (29/9) sore.

Tak hanya mencoret-coret dinding dan lantai mushala dengan cat semprot, pelaku juga menyobek Al Quran. Video penampakan kondisi Mushola Darussalam yang dicoret-coret pun tersebar luas dan viral di media sosial. Kasus tersebut kini telah ditangani kepolisian setempat, dan sejumlah pelaku sudah diamankan. [HES]