RMco.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Direktur Utama PT CMIT Rahardjo Pratjihno 7 tahun penjara dan denda Rp 600 subsider 6 bulan kurungan.

Berita Terkait : Bos PT CMIT Dituntut Ganti Kerugian Negara Rp 60 Miliar

Jaksa menilai, Rahardjo terbukti melakukan korupsi Rp 60 miliar dalam proyek perangkat transportasi informasi terintegrasi (backbone coastal surveillance system) pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Perbuatannya merugikan negara Rp 63 miliar.

Berita Terkait : Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Gilas Pamor KPK

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 600 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata jaksa Takdir Suhan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/10).

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Selain itu, jaksa menuntut Rahardjo dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 60 miliar subsider 3 tahun. Pertimbangan yang memberatkan, Rahardjo tidak merasa bersalah, memberikan keterangan berbelit-belit dalam persidangan, dan tidak mempunyai itikad baik mengembalikan hasil tindak pidana korupsi yang telah dinikmatinya.
 Selanjutnya