RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harmadi mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga filosofi berperang kalau ingin menang melawan Covid-19. Tiga filosofi itu adalah kenali diri sendiri, kenali lawan, dan kenali medan perang. 

Sonny menjelaskan, mengenal diri sendiri dalam bentuk mengidentifikasi apakah memiliki penyakit bawaan dan masuk dalam kelompok usia rentan. Sedangkan mengenal lawan adalah mengenal musuh yang berarti sadar bagaimana Covid-19 menular ke manusia yaitu lewat mulut dan hidung, yang berarti harus melindungi bagian-bagian rentan tersebut.

Berita Terkait : Vaksin Penting Untuk Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Ia mengingatkan, masyarakat untuk rajin melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dari kerumunan. "3M ini menjadi pertahanan diri kita untuk menghadapi musuh kita yang punya karakteristik masuk melalui hidung, mulut dan mata," kata Sonny.

Mengenai mengenal medan perang melawan Covid-19, Sonny menjelaskan, yaitu memahami bahwa virus itu lebih mudah menyebar di ruangan tertutup dengan jumlah orang yang banyak serta ketika berada di daerah yang masuk dalam zona merah. "Kalau kita memahami siapa kita, siapa lawan kita, dan mengenal medan perang, maka, seribu kali kita berperang, seribu kali juga kita akan menang," ungkap Sonny. 

Berita Terkait : BPOM Awasi Kualitas Vaksin Sinovac Sampai Daerah

Sonny menambahkan, perubahan perilaku masyarakat itu tergantung pada budaya yang dianut. Dia mencontohkan di wilayah Asia Timur, penanganan Covid-19 tergolong cepat. Sebab, masyarakat di sana selama satu abad sudah terbiasa menghadapi pandemi.

"Dampaknya mereka terbiasa pakai masker, jaga jarak, mereka sudah adaptif akhirnya mereka bisa mencegah sangat baik. Beda dengan Eropa, mereka enggak sering hadapi pandemi," tutur Sonny.

Berita Terkait : Kapasitas Kamar RS Covid-19 Menipis, Jubir Satgas: Ini Alarm

Untuk di Indonesia, kata Sonny, pihaknya menargetkan perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan keluarga. Jika itu sudah berhasil, harapannya perubahan perilaku akan meluas hingga ke komunitas dan wilayah. "Kalau seluruh keluarga Indonesia jalankan protokol kesehatan, insya Allah kita bisa selesaikan masalah ini," ucap Sonny.

Selama ini, pemerintah terus menggencarkan kampanye 3M untuk untuk mencegah penularan Virus Corona yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sonny menyebut, dari tiga hal itu, ternyata aturan menjaga jarak adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. "Yang paling sulit adalah menjaga jarak, karena berasumsi dia teman dekat, oh dia aman kok, justru yang menularkan virus bukan orang jauh tapi orang terdekat," imbuhnya. [DIR]