RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengakui, wabah Covid-19 mempengaruhi kinerja KPK. Soalnya, kekuatan sumber daya manusia komisi antirasuah jadi berkurang. "Sekarang saja (pegawai) yang masuk 25 persen," ujar Alex dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (2/10) malam.

Dia mengibaratkan KPK seperti tengah membuat bangunan. "Tentu dengan 10 orang tukang lebih cepat membangun, dibandingkan kalau yang kerjakan itu tiga orang," imbuh eks hakim adhoc Pengadilan Tipikor itu. 

Berita Terkait : Covid-19 Dan Perubahan Sosial Di Masyarakat

Jumlah pegawai yang berkurang,  berpengaruh pada kemampuan KPK mengolah informasi yang didapat melalui hasil penyadapan. 

"Kalau biasanya kita bisa lakukan penyadapan sampai 400-an nomor,  dengan 25 persen pegawai sekarang volumenya tentu tidak mungkin sama," beber dia. 

Berita Terkait : Ubah Layanan Faskes, Solusi Cepat Tangani Kekurangan Ruang Rawat Pasien Covid-19

Alex melanjutkan, kondisi serupa juga terjadi pada upaya penyelidikan dan penyidikan. "Itu berpengaruh besar terhadap kekuatan KPK dalam rangka mengungkap tindak pidana korupsi," tutur Alex.

Meski demikian, Alex menegaskan, semangat KPK memberantas korupsi tidak akan surut. "Kami di KPK, yang bertahan di KPK, tetap akan bersemangat untuk berantas korupsi baik melalui upaya penindakan maupun pencegahan," tandasnya. [OKT]