RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta seluruh Kepala Puskesmas beserta tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dapat mendeteksi pasien yang datang dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sebab, gejala itu merupakan kriteria dari kasus suspek Covid-19.

“Pasien-pasien yang datang ke Puskesmas khususnya dengan gejala ISPA, baik pasien baru atau yang sudah sering ke Puskesmas, tetapi baru pertama kali dengan ISPA, tentu itu yang harus diwaspadai dan perlu dilakukan skrining untuk bisa memastikan apakah karena Covid-19 atau bukan,” ungkap Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan Kemenkes Pattiselanno Roberth Johan, saat memimpin pertemuan Tim Taskforce Kemenkes dengan seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (2/10), seperti dikutip kemkes.go.id.

Fungsional Teknis EPID Subdit Surveilans Kemenkes Vivi Voronika menjelaskan, dari hasil kunjungan Tim Taskforce Kemenkes ke sejumlah Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar, ditemukan banyaknya pasien dengan gejala ISPA. Namun, tidak adanya tindakan atau dilakukannya skrining dalam menjaring kasus suspek yang dapat membantu mendeteksi sedini mungkin penemuan kasus Covid 19 di daerah itu.

Berita Terkait : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

“Dari data yang kami dapatkan, sebenarnya di sini ini sangat banyak ISPA. Nah, kami menghitung pasien ISPA yang datang ke puskesmas dari Mei sampai September itu sebanyak 238 orang. Tetapi, ternyata 10 orang positif yang terjaring melalui pelaku perjalanan dan kontak. Sementara 238 orang lainnya yang datang sendiri ke Puskesmas itu tidak terjaring,” jelasnya.

Ia juga meminta ke setiap Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bisa menyamakan persepsi dalam meningkatkan early detection. Khususnya pada pasien yang datang ke Puskesmas dengan gejala ISPA.

“Nah ini yang perlu kita samakan persepsi untuk meningkatkan early detection, deteksi kita untuk Covid 19 ini. Puskesmas bisa lebih aktif untuk mendeteksi di tengah masyarakat dalam mencari kasus gejala-gejala Covid-19 itu. Sehingga setelah kita datang ke sini, ke depan adalah yang ISPA ISPA yang datang ke puskesmas ini dapat menjadi deteksi dini buat kita untuk menjaring pasien-pasien yang diduga atau suspek Covid-19,” tambahnya.

Berita Terkait : Pertama Di Dunia, Penerima Vaksin Covid-19 Di Tanah Air Bisa Registrasi Via WA

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar Husaini mengatakan, setelah dilakukanya pertemuan ini, Dinas Kesehatan bersama dengan Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar secepatnya akan langsung menindaklanjuti masukan dan arahan sesuai yang telah disampaikan oleh Tim Taskforce Kemenkes. Salah satunya adalah dengan segera menyelenggarakan pelatihan pengambilan sampel spesimen melalui tes swab oleh tenaga kesehatan di puskesmas.

“Penyamaan persepsi ini, khususnya pada Pendoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi ke-5 terkait definisi operasional yaitu suspek sekarang yang kita periksa atau skrining adalah suspek Covid-19 melalui ISPA. Dan mulai hari ini juga kita sudah ada pelatihan untuk pengambilan swab di semua tenaga laboratorium di puskesmas,” katanya.

Husni juga mengungkapkan bahwa kedatangan Tim Taskforce Kemenkes ini membuat seluruh tim penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang ada di Puskesmas menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja untuk memerangi Covid-19. “Kita sangat senang, maksudnya dengan adanya support dari pusat, kita sepertinya ada semangat baru, ada energy positif yang baru yang muncul bagi teman-teman tim di Puskesmas untuk bekerja memerangi Covid 19. Dengan adanya tim taskforce ini saya melihat teman-teman ini mulai bangkit kembali,” ungkapnya. [USU