RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin bergerak cepat (gerak cepat/gercep) membuat 5 Strategi Penanganan Covid-19 di Banjarmasin. Langkah ini ditempuh karena di didaerah tersebut, menjadi daerah penyumbang angka kasus Covid-19 terbanyak di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, mengungkapkan, angka kasus positif Covid-19 meningkat di Kota Banjarmasin disebabkan tingginya tingkat mobilisasi masyarakat, sehingga meningkatkan potensi terjadi penularan di masyarakat.

Disebutkan, strategi yang pertama adalah EduThi atau Edukasi Tanpa Henti. Hal ini dilakukan karena mengubah perilaku masyarakat perlu waktu yang panjang.

Berita Terkait : Kak Seto Minta Orang Tua Tak Bersikap Seperti Komandan

Strategi kedua adalah dengan menegakkan sanksi bagi pihak yang melanggar Peraturan Walikota tentang Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan.

Strategi yang ketiga adalah dengan melakukan tes PCR secara masif. Terkait pengetesan menggunakan metode PCR, Pemkot Banjarmasin sudah membeli alat tes PCR real time yang akan mempercepat penanganan tanpa menunggu hasil dengan waktu yang lama.

''Kemudian strategi yang ke empat adalah dengan penguatan masyarakat. Karena penanganan wabah tidak hanya mengharapkan pemerintah saja,'' ujar Machli saat mengikuti kegiatan audiensi bersama Tim Task Force Covid-19 Kemenkes bersama Pemerintah Kota Banjarmasin pada Jumat (2/10).

Berita Terkait : Begini Aktivitas Relawan Untuk Mendukung Psikososial Anak di Wisma Atlet Kemayoran

Menurutnya, pelibatan masyarakat dengan berdirinya Kampung Tangguh, melibatkan tokoh pemuda, sampai tokoh masyarakat akan mempercepat dan mempermudah proses penanganan Covid-19 di masyarakat.

Kemudian strategi kelima adalah melakukan evaluasi berkelanjutan. Evaluasi berkelanjutan ini dilakukan secara terus menerus dengan mengundang tenaga surveilans, tokoh masyarakat, dan Forkopimda.

Rapat dilakukan paling lambat 15 hari sekali untuk mengevaluasi zonasi, dan pemetaan krisis.

Berita Terkait : Dukungan Keluarga Mampu Tingkatkan Imun Pasien Corona

Diinformasikan bahwa Tim Task Force Covid-19 Kemenkes RI melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Banjarmasin yang juga dihadiri oleh Kadinkes Kota Banjarmasin, perwakilan TP PKK Kota Banjarmasin, perwakilan IDI, serta perwakilan Kecamatan di Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka kunjungan ke Provinsi Kalimantan Selatan sebagai kordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terkait penanganan Covid-19.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. [FAZ]