RMco.id  Rakyat Merdeka - TNI akan berusia 75 tahun pada Senin (5/10). Peringatan HUT ke-75 TNI nanti harus menjadi momentum bagi TNI untuk berperan aktif mengawal Pancasila. TNI harus menjadikan Pancasila, yang diucapkan dalam Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, menjadi sendi utama berbangsa dan bernegara.

"Setiap prajurit TNI harus berperan sentral, menjaga, dan merawat ideologi negara Pancasila dari ancaman, rongrongan dan gangguan. Baik dari luar maupun dalam negeri. Menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi negara, berarti TNI secara tidak langsung juga melindungi bangsa dan NKRI," ucap Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) 2015-2017 Marsekal (Purn) Agus Supriatna, di Jakarta, Minggu (4/10).

Kata dia, kemajuan teknologi di setiap lini pasti akan dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Akibatnya, cara pandang masyarakat terhadap Pancasila sedikit banyak akan berubah. Sehingga, Pancasila perlu direvitalisasi untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca Juga : Herd Immunity

Revitalisasi yang dimaksud Agus adalah membiat perspektif baru agar nilai luhur Pancasila diterima setiap anak bangsa. "Terkait proses revitalisasi tersebut, TNI harus berperan aktif dan terus mengawal agar Pancasila tetap menjadi pedoman hidup (way of life) dan keyakinan bersama (common faith) bagi bangsa Indonesia sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman," pintanya.

Caranya, kata Agus, insan TNI harus melakukan aktualisasi dan meningkatkan kapasitas diri secara total dan terukur. Menurutnya, perubahan ini bukan saja untuk menghadapi kualitas ancaman dari dalam dan luar negeri lantaran kemajuan teknologi maupun dinamika politik. Namun juga untuk menjadikan insan TNI Sapta Margais yang bisa diandalkan rakyat sebagai garda terdepan dalam mengawal dan menjaga Pancasila.

Perubahan yang dimaksud Agus mencakup pola pikir, pola tindak dan pola sikap yang disesuaikan dengan kebutuhan, perkembangan, dan tantangan zaman. "Hal ini harus dilakukan seluruh insan TNI mulai tamtama, bintara, hingga perwira," imbaunya.

Baca Juga : Sekolah Mulai Dibuka

Bagaimana dengan purnawirawan TNI? Menurut Agus, sebagai bagian integral dari keluarga besar TNI yang tumbuh dan berkembang bersama TNI, sudah selayaknya para purnawirawan bersikap sebagai teladan dalam mengawal dan penjaga Pancasila dengan konsep Tut Wuri Handayani. "Meski sudah purnatugas, para purnawirawan TNI tentu saja belum selesai melakukan purnabakti kepada bangsa dan negara," katanya.

Dia mengatakan, pengabdian purnawirawan, tentu dilakukan dalam bentuk yang berbeda dibanding semasih aktif. Apalagi, rentang pengalaman purnawirawan sebagai insan TNI lebih dari 30 tahun, sehingga dapat melakukan pengabdian sosial politik sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 

"Salah satunya memberikan masukan dan keteladanan dalam proses revitalisasi Pancasila. Panggilan tugas pengabdian sosial ini merupakan tanggung jawab para purnawirawan dalam memberikan keteladanan dalam konteks pembinaan mental ideologi bangsa," tutur Agus.

Baca Juga : Wagub Ariza Tinjau Hotel Isolasi Bagi Pasien Covid-19

Apabila semua keluarga besar TNI, mulai dari prajurit sampai purnawirawan, telah melakukan tugas kebangsaan tersebut, jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan tumbuh bersama rakyat serta bertugas melindungi rakyat dan NKRI dapat diandalkan sebagai pilar utama dalam menjaga Pancasila. "Momentum emas dalam rangka 75 tahun TNI ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua keluarga besar TNI. Agar eksistensi insan TNI yang militan, profesional, dan disegani dengan doktrin Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tetap dapat diandalkan sebagai bhayangkara negara dengan selalu mengikuti perkembangan zaman. TNI kuat, Indonesia maju. Dirgahayu TNI," pungkas Agus. [MEN]