RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya memastikan tidak memberikan izin demo buruh, yang akan digelar di depan Gedung DPR/MPR pada hari ini.

Untuk antisipasi, Polda Metro Jaya telah menyiagakan 9.346 personel gabungan untuk mengantisipasi adanya demo. "Total 9.346 personel terdiri dari Polri 7.559 personel, TNI sebanyak 1.490 personel, kemudian Pemda serta Jasamarga 297 personel," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Senin (5/19).

Berita Terkait : Buru Cai Changpan, Polda Metro Jaya Libatkan Brimob

Polri mengimbau massa buruh untuk tidak turun ke jalan, demi mencegah munculnya klaster baru Corona.

Sebagai langkah preventif, para personel tersebut akan melakukan patroli di titik-titik keberangkatan para serikat buruh.

Berita Terkait : Kapolda Metro Jaya Resmikan Apartemen Bebas Covid-19 di Tanjung Duren

"Kita sudah lakukan imbauan sebagai preemptive. Untuk preventif-nya, kita lakukan patroli. Kami akan minta mereka semua untuk pulang," jelas Yusri.

Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional, sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja.

Berita Terkait : Permudah Bayar PKB, Polda Metro Jaya dan Bank DKI Luncurkan Aplikasi Si Ondel

Mogok nasional rencananya dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai 6 Oktober dan diakhiri pada 8 Oktober 2020 saat sidang paripurna.

Mogok nasional disebut akan diikuti kurang lebih 5 juta buruh di ribuan perusahaan, yang tersebar di 25 provinsi dan 300 kabupaten/kota. [FAQ]