RMco.id  Rakyat Merdeka - Jelang aksi mogok nasional buruh menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja besok, Presiden Jokowi memanggil pimpinan serikat pekerja ke Istana.

Pimpinan serikat buruh yang dipanggil yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Selain itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.

Ditemui wartawan, Andi mengaku diundang untuk bertemu Presiden Jokowi. Andi terlihat hadir di kawasan Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.45 WIB. "Dapat undangan tadi malam. Iya... Iya...," ujar Andi singkat kepada awak media sembari berlalu, Senin (5/10).

Berita Terkait : Cegah Corona, Pengusaha Minta Buruh Tak Mogok

Namun belum ada komentar dari Istana mengenai pertemuan ini. 

Sekadar diketahui, Said Iqbal dan Andi Gani adalah penggerak aksi mogok nasional menentang disahkannya Omnibus Law RUU Ciptakerja. Keduanya memang kerap dipanggil Jokowi ke Istana untuk bertukar pandangan mengenai isu terkait ketenagakerjaan dan perburuhan. 

Misalnya, April lalu mereka berdua diundang ke Istana Negara bersama Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, untuk membahas soal RUU Cipta Kerja yang berujung keputusan presiden menunda pembahasan RUU tersebut.

Berita Terkait : Trump Kena Corona, Biden Unggul 10 Poin

Ada empat serikat buruh menolak ikut mogok nasional menolak RUU Cipta Kerja, 6-8 Oktober 2020. Salah satu alasanya untuk mencegah penyebaran Corona.

Keempat serikat buruh tersebut adalah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional ( KSPN), dan Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (KSADBUMUSI).

Keputusan tersebut tertuang dalam surat pernyataan ditanda-tangani masing-masing pimpinan Ketua Umum KSPSI Yoris Raweai, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, Presiden KSARBUMUSI Syaiful Bahri Anshori, Presiden KSPN Ristadi. [FAQ]

Berita Terkait : Pilkada Wabah Pilkada