RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto mengatakan, meskipun bekerja hingga melewati batas jam kerja, para tenaga medis tetap rela melayani pasien Covid-19. Tidak ada tenaga medis, dokter, perawat, tenaga laboratorium, relawan yang mengeluhkan pekerjaannya.

“Banyak dari mereka yang rela bekerja lewat waktu lebih dari 8 jam, tidak ada yang mengeluh,” kata Slamet, saat diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (5/10).

Berita Terkait : Tambah 822 Kasus, Total Pasien Corona Di Jakarta Tembus 80.036 Orang

Slamet menjelaskan, banyak relawan yang sudah selesai masa kerja satu bulan langsung memperpanjang agar tetap bisa melayani pasien Covid-19. "Mereka yang dilarang oleh pasangnnya pun kadang tetap berangkat ke rumah sakit," tambah Slamet.

Slamet menambahkan, yang menjadi harapan para tenaga medis adalah terkait logistik. Pengobatan harus mencukupi, termasuk vitamin sampai ventilator bagi pasien Covid-19.

Berita Terkait : Luhut Warning Produsen Jangan Mainkan Harga Obat Covid-19

“Kadang obatnya kosong, yang terkait dengan medis. Kan goal-nya menurunkan infeksi dan kematian. Jadi kalau kita tenaga medisnya sudah siap tapi obat dan alatnya tidak ada, kan, akan mengganggu pelayanan,” ungkapnya. 

Selain itu, demi memutus rantai penyebaran Covid-19, diharapkan masyarakat sadar betul untuk patuh dan disiplin melaksanakan 3M (wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak).

Berita Terkait : Mari Patuhi Protokol Kesehatan

“Kami tenaga medis akan tetap semangat melayani. Tapi pemerintah, masyarakat dari semua lapisan harus bersama berupaya menurunkan angka penularan dan kematian, sambil menunggu vaksin yang diharapkan sudah ada akhir tahun ini atau awal tahun depan,” jelasnya. [DIR]