RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP) menggelar diskusi online dengan tema "Memperkuat Kesaktian Pancasila" pada Senin (5/10).

Diskusi yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umum ini menghadirkan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo.

Baca Juga : BNPB Minta Kelompok Rentan Dipisah Di Pengungsian Gempa Sulbar

Dalam penjelasannya, Benny mengatakan, tantangan saat ini adalah menjadikan Pancasila sebagai gugus insting.

"Tantangan kita itu, menjadikan Pancasila sebagai gugus insting dalam bertingkah, berperilaku,bernalar,dan berelasi," jelasnya.

Baca Juga : Akhirnya, Jaringan Listrik Terdampak Gempa Di Mamuju Normal Lagi

Benny menjelaskan, sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan orang yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Jika menjadi roh dalam kebijakan publik, maka akan menemukan kembali tokoh dalam perjuangan.

Selanjutnya, membatinkan Pancasila dalam praksis kehidupan sehari hari dalam keluarga, sekolah , dan masyarakat harus dilakukan.

Baca Juga : Banjir Di Kalbar, PLN Berhasil Operasikan Kembali 23 Gardu Terdampak

"Bermacam-macam cara seperti melalui dongeng dan permainan, sekarang mulai pudar. Pendidikan nilai harus diutamakan. Sehingga, mau dan sadar yang menjadi gugus insting. Pancasila harus dicerminkan dalam kehidupan sehari hari. Bukan hanya sekedar hapalan. Harus menjadi habitus," jelas Benny.
 Selanjutnya