RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memastikan, belum ada negara yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Serangan virus corona ini sulit diprediksi

Slamet mengungkapkan, penyebaran Virus Covid-19 susah ditebak. Sehingga penambahan kasus fluktuatif setiap harinya. 

Berita Terkait : Bima Arya Siap Disuntik Vaksin Uji Coba Covid-19

“Covid-19 ini susah ditebak,” kata Slamet, saat diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, pada, Senin (5/10).

Apalagi, kata Slamet, pada awal ditemukan kasus Covid-19 DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 terbanyak lalu disusul Jawa Timur. Dan kini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus tertinggi lagi.

Berita Terkait : David Moyes dan Dua Pemain West Ham Positif Corona

“Saya masih ingat din Maret-April, saat itu kasus Covid-19 di DKI Jakarta tinggi. kemudian setelah itu pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Jakarta merendah turun. Tapi begitu Jawa Timur, sekarang mulai menurun, DKI Jakarta naik nih meledak lagi,” ujarnya.

Slamet pun memastikan saat ini belum bisa diprediksi kapan menjadi puncak dari kasus Covid-19 di Tanah Air. 

Berita Terkait : Masker Kain Untuk Cegah Covid, Seberapa Efektif?

“Jadi kita belum bisa memprediksi Covid-19 apakah sudah sampai puncaknya atau sudah landai atau sudah turun. Karena memang polanya selalu berubah-ubah,” ungkapnya.

Menurutnya, di sejumlah negara juga masih terjadi penambahan kasus Covid-19. Belum ada negara yang tiap harinya mengklaim nol kasus. "Rata-rata masih ada infeksi baru terus,” pungkasnya. [DIR]