Sebelumnya 
Terkait pembukaan Hotel Isolasi Mandiri di Ibu Kota, dr. Tugas menyatakan, ini merupakan bentuk dari sinergitas penanganan Covid-19. Sesuai tema HUT ke-75 tahun TNI, yang mengambil tema “Sinergi untuk Negeri”.

Saat ditanya apakah ada pengaruhnya, jenderal kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini mengatakan sangat mungkin. Semula, pasien OTG langsung masuk ke Flat Isolasi Mandiri, kini bisa ditampung juga ke hotel-hotel.

Berita Terkait : Yang Mau Muji Luhut, Silakan!

"Sangat mungkin. Ini akan memberikan pemerataan dalam konteks tingkat hunian," jelas dr. Tugas.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Slamet Budiarto, SH, MHKes mengatakan, penyebaran Covid-19 susah ditebak.

Berita Terkait : Tambah 822 Kasus, Total Pasien Corona Di Jakarta Tembus 80.036 Orang

Pada bulan Maret-April, grafik jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta tinggi. Sedangkan di Surabaya, Jawa Timur, rendah. Namun tak lama, angka itu berbalik, di Jakarta turun dan di Surabaya justru naik.

"Tapi sekarang, begitu Jawa Timur turun, DKI Jakarta justru ‘meledak’ lagi. Kita tidak bisa memprediksi apakah ini landai, puncaknya, atau turun. Karena polanya terus berubah. Di negara lain pun sama," ujar dr. Slamet.

Berita Terkait : Tangani Corona, IDI Minta Stok Obat Dijaga

Ia sempat mengungkapkan curhatan para dokter dalam menangani pasien Covid-19 di berbagai daerah. Namun dr. Slamet tidak menjelaskan secara rinci, curhatan para tenaga medis di daerah.

Ia hanya menyebut, profesi kedokteran mempunyai naluri kemanusiaan yang tinggi. "Walaupun lebih dari delapan atau sembilan jam bertugas, para dokter akan melayani dengan senang hati," ujar Slamet, yang berharap kebutuhan logistik obat-obatan segera disiapkan pemerintah. Agar penanganan lancar. [HES]