RMco.id  Rakyat Merdeka - Makin hari, penularan Covid-19 terasa makin mengerikan. Soalnya, kini virus mematikan ini sudah masuk sel. Hal ini diungkap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Menurutnya, kini ratusan narapidana di Lapas dan Rutan sudah turut terinfeksi.

Kepala Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkumham Rika Aprianti menyebut, jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang terkonfirmasi positif sebanyak 124 orang. Virus itu, ujarnya, masuk karena ada interaksi antara petugas dan narapidana. 

Berita Terkait : Komisioner KPU Viryan Azis Positif Covid-19

Selain itu, Lapas juga telah menerima kembali tahanan-tahanan yang putusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Menurut Rika, potensi masuknya virus tersebut masih tetap ada, walaupun mereka telah menjalani karantina selama 14 hari sesuai protokol kesehatan. “Memang banyak faktor,” katanya. 

Narapidana yang positif Covid-19, lanjut Rika, kini telah mendapat perawatan. Yakni di rumah sakit rujukan sesuai provinsi masing-masing. “Setiap Direktorat Lembaga Pemasyarakatan telah bekerja sama dengan gugus tugas wilayah. Di masing-masing wilayah juga ada gugus tugas khusus Kemenkumham dan Ditjen PAS,” jelasnya. 

Berita Terkait : Warga Abai Prokes Penyebab Kasus Positif Covid Melonjak

Para napi yang positif Covid-19, ujar Rika, langsung diberi penanganan sesuai protokol. Mereka dibawa ke luar lingkungan Lapas untuk dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. “Karena di Lapas nggak ada rumah sakit khusus Covid-19,” katanya. 

Hal ini sama seperti kasus sebelumnya, ketika empat orang yang ditahan di Kejaksaan Negeri Lumajang, Jawa Timur dikarantina secara mandiri karena dinyatakan positif Covid19. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Lumajang Arie Candra, SH menyatakan, keempat tahanan itu berinisial S (27), ZA (33), M (30), AP (23). 

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Pada 6 September 2020, empat orang tersebut dikarantina secara mandiri di Kejaksaan Negeri Lumajang. Awalnya, Kejaksaan mengirim 14 narapidana ke Lapas dari penjara di Polres Lumajang. Setelah itu, 10 narapidana saat akan dibawa ke Lapas, mereka segera diuji rapid test dan hasilnya negatif. “Empat tahanan lainnya hasilnya reaktif. Sehingga dilakukan tes swab dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya, pada Minggu, (6/8). 

Kemudian, Kejaksaan bekerja sama dengan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk penanganan empat narapidana positif itu. Namun, mereka tidak bisa dirawat di rumah sakit, karena tidak ada gejala (OTG) dan harus diisolasi mandiri. [QAR]