RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada pemandangan menarik saat kalangan buruh menolak pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja, yang dilakukan DPR, kemarin. Para buruh yang tak peduli dengan serangan Corona dan terik matahari, berbaris di jalan-jalan. Ada yang di depan Gedung DPR, ada juga yang tersebar di daerah lainnya. Sementara itu, dua bos para buruh itu, justru berangkat ke Istana negara yang adem dan asri.

Keputusan untuk mengesahkan RUU Ciptaker menjadi Undang -Undang disepakati dalam sidang paripurna DPR kemarin. Tercatat, 7 fraksi menyetujui RUU tersebut menjjadi UU, sedangkan 2 fraksi yakni PKS dan Demokrat mengambil sikap menolak.

Baca Juga : Greysia/Apriyani Sabet Gelar Juara Thailand Open 2021

Pengesahan RUU Cipta Kerja dihadiri langsung perwakilan pemerintah. Di antaranya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Kepada seluruh anggota, saya memohon persetujuan dalam forum rapat peripurna ini, bisa disepakati?” kata Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin selaku pemimpin Sidang Paripurna. Aziz langsung mengetuk palu, usai peserta rapat menyatakan setuju.

Baca Juga : Sampai Tanah Air, Timnas U-19 Jalani Swab Test Dan Karantina Mandiri Di Hotel

Sementara itu, di luar Gedung DPR, aksi penolakan sejumlah organisasi buruh tetap terjadi. Namun, unjuk rasa para buruh tidak lagi terkonsentrasi di depan Gedung DPR. Ada yang sempat sampai ke Jalan Pemuda Senayan, lantas diperintahkan pihak kepolisian untuk putar balik.

Begitupun dengan serikat pekerja yang berasal dari wilayah Bekasi. Para buruh sudah dicegat sebelum berhasil masuk ke Jakarta. Beberapa sekretariat buruh di kawasan industri itu ditongkrongi TNI dan Polisi. meskipun tidak bisa berangkat, para buruh ini tetap menggelar demonstrasi menolak RUU yang disingkat Ciptaker itu.
 Selanjutnya