RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, dinilai tengah mencari panggung politik melalui isu PKI dan dukungan terhadap buruh melakukan aksi mogok kerja, 6-8 Oktober 2020 yang menolak UU Cipta Kerja.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Emrus Corner, Emrus Sihombing, Selasa (6/10).

Berita Terkait : Anak Buah Panas-panasan Di DPR, Bosnya Ngadem Di istana Negara

Emrus menilai dukungan Gatot terhadap buruh yang melakukan aksi mogok kerja bermuatan politik. Sebagai pensiunan TNI, lanjut Emrus, status Gatot saat ini sudah seperti warga negara biasa. Memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum.

"Hipotesis saya dari pesan yang disampaikan Pak Gatot, wajar kalau ada yang bilang dia mencari panggung menuju Pilpres. Tapi kebenarannya seperti apa, hanya Pak Gatot yang tahu," kata Emrus.

Berita Terkait : Demokrat Nilai RUU Ciptaker Langkah Mundur

Emrus mengaku pernyataan Gatot terkait UU Cipta Kerja bisa dianggap menunggangi kepentingan gerakan buruh. Sebab, amat sulit untuk tidak mengatakan aktor-aktor, baik lapangan maupun non lapangan dalam sebuah demonstrasi tidak saling menunggangi.

"Pak Gatot punya agenda, demonstran pasti punya agenda. Tujuannya apa dulu. Kalau untuk kepentingan bangsa dan negara itu tidak masalah. Kalau untuk kepentingan individu, itu baru tidak boleh," kata Emrus.

Berita Terkait : Sore Ini, DPR Majukan Pengesahan RUU Cipta Kerja

Sebelumnya, Gatot yang juga Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendukung para buruh melakukan mogok kerja nasional menuntut pembatalan UU Cipta Kerja.

Gatot menyatakan aksi mogok tersebut merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi. “Mencermati bahwa Kaum Buruh Indonesia akan mengadakan mogok nasional pada 6-8 Oktober 2020 ini, maka KAMI mendukung langkah konstitusional Kaum Buruh tersebut," kata Gatot. [UMM]