RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta, kantor-kantor di Gedung DPR yang terdeteksi kasus Covid-19, ditutup selama tiga hari untuk mencegah penularan.

Hal tersebut ditegaskan Anies, menyusul berita tentang 40 orang di lingkungan Komplek Parlemen DPR terjangkit Covid. Termasuk, 18 anggota DPR.

Berita Terkait : Adaptasi Kebiasaan Baru, Begini Protokol Kesehatan di Tempat Umum dan Restoran

"Sesuai aturan, ketentuannya ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama 3 hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," ujar Anies di Balaikota, saat ditanya soal 18 anggota DPR yang positif Covid-19, Rabu (7/10).

Namun demikian, penutupan yang dimaksud, bukan seluruh Gedung DPR. Melainkan hanya gedung atau kantor yang ada anggota atau pekerja yang terinfeksi saja.

Berita Terkait : Awas, Kluster Pengungsian!

Anies mencontohkan Kompleks Balai Kota, Jakarta Pusat beberapa watu lalu. "Jadi bukan seluruhnya. Seperti komplek Balaikota DKI Jakarta gitu. Hanya Gedung G, satu gedung ditutup. Gedung yang di situ ada orang bekerja, tempat kasusnya positif, di situ harus ditutup. Gedung yang lain tidak," ujar Anies memberi contoh. [FAQ]