RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya telah menegaskan tak akan memberi izin keramaian atau pun kerumunan selama PSBB DKI diperketat. Termasuk juga dengan pergelaran aksi massa terakait apapun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 9.346 personel gabungan bersama dengan Kodam Jaya dan instansi terkait. Ini dilakukan untuk menjaga situasi Jakarta aman terkendali terutama di kawasan Gedung MPR/DPR.

Baca Juga : Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Setinggi 500 Meter

Ia menambahkan ada pergerakan massa yang ingin menuju gedung wakil rakyat itu untuk menyampaikan aspirasinya terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja. “Kita sudah siapkan untuk keamanan ya. Dengan tim gabungan sebanyak 9.346 personel diturunkan untuk antisipasi ini (aksi massa),” jelas Yusri Yunus, Rabu (7/10).

Ia mengatakan pengamanan di sekitar gedung MPR-DPR diperketat. Aksi unjuk rasa sendiri dilarang selama PSBB Jakarta demi menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman pandemi Covid-19.

Baca Juga : Bareng Ikang Fawzi, Bamsoet Undi Give Away Empat Pilar MPR

Tim gabungan juga mengedepankan tindakan preventive. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa tujuan pelarangan unjuk rasa untuk mencegah penularan Covid-19. “Kita sudah memberitahukan kepada masyarakat selama masa PSBB tidak akan kita keluarkan (izin keramaian). Kita harap teman semua tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul. Dan kami ingin mereka mengerti bahwa Jakarta ini sudah masuk zona merah Covid-19,” tandas Yusri Yunus. [SRI]