RMco.id  Rakyat Merdeka - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewajibkan 1.099 calon muda praja yang dinyatakan lulus mengantongi hasil swab tes. Kampus pencetak abdi negara itu menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Rektor IPDN, Hadi Prabowo mengatakan, sebanyak 1.099 orang calon muda praja Angkatan XXXI tahun 2020 tersebut secara bertahap melaksanakan registrasi dan penerimaan calon muda praja di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang. Proses yang digelar selama tiga hari 5-7 Oktober itu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat. 

Beberapa protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan diantaranya, calon muda praja yang hadir harus membawa surat keterangan swab test Covid-19 dengan hasil negatif, penggunaan masker dan face shield, menjaga jarak. Kemudian penyemprotan cairan disinfektan terhadap barang-barang yang dibawa oleh calon muda praja serta disediakannya tempat cuci tangan dan handsanitizer. 

"Meskipun telah mengantongi hasil swab test Covid-19 yang dilakukan di daerah masing-masing, calon muda praja yang hadir diwajibkan melakukan swab test Covid-19 kembali di Kampus IPDN Jatinangor. Pelaksanaan swab test ini dilakukan IPDN bekerja sama dengan PT. Kimia Farma, Tbk," jelas Hadi, di Jatinangor, kemarin. 

Berita Terkait : Perlindungan Diri, Benteng Pertahanan Utama Tenaga Kesehatan

Hadi menjelaskan, setelah melakukan pengecekan kehadiran dan melakukan protokol kesehatan Covid-19 di gerbang Kampus IPDN, calon muda praja melakukan tes swab Covid-19 kembali. Kemudian calon muda praja melakukan pengecekan suhu kembali di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor dan menyerahkan surat keterangan hasil pemeriksaan swab tes yang dilakukan di daerah masing-masing. Setelah itu, panitia melakukan pengecekan barang bawaan calon muda praja.

Hadi bilang, calon muda praja yang hadir pada 5 Oktober 2020 yakni calon muda praja asal pendaftaran Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Timur. 

Pada 6 Oktober 2020 calon muda praja yang hadir di Kampus IPDN yakni asal pendaftaran Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Kalimantan Barat. 

Jumlah total calon muda praja yang hadir pada 5 dan 6 Oktober 2020 yakni sejumlah 730 orang, jumlah tersebut kurang 24 orang yang tidak hadir dikarenakan calon muda praja tersebut teridentifikasi positif Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri di daerah masing-masing. 

Berita Terkait : Ketimbang Cuci Tangan dan Pakai Masker, Jaga Jarak Memang Lebih Sulit

Calon muda praja yang sudah teregistrasi di Kampus IPDN Jatinangor sebanyak 730 orang melakukan tes swab Covid-19 kembali dan ditemukan 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga total ada 35 calon praja yang positif Covid-19.

"Saat ini, calon muda praja tersebut telah melakukan isolasi di PPSDM Kemendagri di Bandung, Jawa Barat dengan diawasi langsung oleh tim dokter ahli dan pengasuh IPDN," ungkap Hadi. 

Terakhir, pada 7 Oktober 2020, calon muda praja yang hadir asal pendaftaran Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Jambi, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 

Setelah seluruh calon muda praja dari 34 provinsi berkumpul di Kampus IPDN Jatinangor, mereka akan melaksanakan pengenalan kampus didampingi oleh pengasuh pada masing-masing wisma. 

Berita Terkait : Gedung DPR Belum Ditutup, Bos Satpol PP: Kita Akan Cek

"Selanjutnya calon muda praja ini akan dilantik menjadi Muda Praja IPDN oleh Mendagri. Terima kasih kepada Bapak Mendagri, karena rangkaian SPCP yakni pada bulan Maret sampai Oktober, seluruh proses berjalan dengan baik, transparan dan akuntable," imbuhnya. [DIR]