RMco.id  Rakyat Merdeka - Hari ketiga pasca Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja disahkan, para buruh masih melakukan aksi protes dan mogok kerja.

Salah satunya, di Kota Tangerang. Ribuan buruh "menduduki" ruas jalan Moh. Toha, yang mengarah ke Kabupaten Tangerang. Ruas jalan dipenuhi para buruh yang mengenakan berbagai macam atribut serikat pekerja, serta spanduk dan poster berisi penolakan Omnibus Law.

Dampak pemblokiran ini, kemacetan parah tak terhindarkan. Ratusan lainnya berkonvoi dengan sepeda motor dan mobil menuju Jl. Daan Mogot. Aparat kepolisian dan TNI mengawasi denga ketat Mereka juga membentuk blokade di perbatasan Tangerang dengan Jakarta itu. Mobil baracuda dan barrier disiagakan di lokasi.

Baca Juga : BNPB: Gempa Sulbar Tewaskan 73 Orang, 64 Di Mamuju, 9 Di Majene

Buruh mencoba merayu aparat agar membukakan jalan. Namun, personel korps baju cokelat tak bergeming. Aksi berlangsung adem.

Sekitar 1,5 jam, massa buruh yang gagal merayu aparat keamanan, balik kanan alias membubarkan diri. "Aksi kami lanjutkan besok sesuai instruksi mau tidak mau kali akan menerobos masuk ke Jakarta," ujar koordinator massa.

Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Yudhistira mengaku, aparat di lapangan memang memprioritaskan untuk mencegah ribuan buruh tidak sampai ke Jakarta. "Orang yang ke kondangan saja kita bubarkan, apalagi orang berkerumunan unjuk rasa seperti ini," tegasnya.

Baca Juga : Greysia/Apriyani Sabet Gelar Juara Thailand Open 2021

Yudhistira memastikan, semua kerumunan buruh yang akan berunjuk rasa ke Jakarta, langsung dicegah di berbagai titik. Pasukan TNI dan Polri disebar di kawasan industri Batuceper, Jatiuwung, Cipondoh, dan pintu masuk Kebon Nanas. "Hari ini di Tangerang semua titik hendak menuju Jakarta, untuk unjuk rasa kita sekat. Kekuatan kita Polres dibantu dengan TNI, dari batalion ditambah dengan brimob kurang lebih sekitar 1000 pasukan," bebernya.

Di Bekasi, jumlah personel aparat keamanan yang diturunkan juga sama. Mereka menjaga kawasan-kawasan industri. Juga, menyekat 10 titik perbatasan Bekasi dengan Jakarta.

Utamanya, di gerbang-gerbang tol yang menghubungkan kedua kota. "Penyekatan di Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2, Bekasi Timur, pintu tol Jatiwaringin-Pondok Gede, area Km 5 Pondok Gede, Sumber Arta, perbatasan Cakung-Medan Satria, lalu Cakung-Bekasi Barat, terus di pintu tol Jatiwarna 2, lalu di Jatiasih 2," ujar Wakapolres Bekasi AKBP Alfian, Rabu (7/10).

Baca Juga : Inspeksi ke Bandara Soetta, Menhub Pastikan Keselamatan Penerbangan

Massa sendiri memusatkan kegiatan mogok kerja dan unjuk rasa di kawasan-kawasan industri di daerah Cikarang dan Karawang.

Di beberapa daerah lain, demo juga terjadi. Di antaranya Batam, Purwakarta, Sukabumi, dan Bogor. Rencananya, besok para mahasiswa dan buruh akan menggelar demo di depan Gedung DPR/MPR. [OKT]