RMco.id  Rakyat Merdeka - Perang melawan Virus Corona tidak boleh nanggung. Apalagi sampai asal-asalan. Perang ini harus total. Semua pihak harus terlibat aktif. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, mengistilahkannya dengan perang semesta.

Istilah perang semesta ini disampaikan Sonny dalam diskusi digital Rakyat Merdeka bertajuk, "Yuk Ubah Perilaku Kita Mulai Sekarang", kemarin pagi. Diskusi ini dipandu tiga wartawan senior Rakyat Merdeka: Kiki Iswara, Ratna Susilowati, dan Budi Rahman Hakim.

Berita Terkait : Bawaslu: Pakai Masker Ya!

Sonny menerangkan, perang semesta ini sangat penting karena Corona tak terlihat seperti hantu. Corona juga menyerang siapa saja, tanpa kecuali. Yang lengah akan jadi korban. "Di perang semesta, ada namanya perang berlarut. Kita enggak tahu kapan selesainya ya," ucapnya.

Untuk melakukan perang ini, lanjutnya, semua cadangan pendukung harus dikerahkan. Peran masyarakat pun sangat dibutuhkan. "Seluruh komponen harus dilibatkan, dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjalankan peperangan ini," ujarnya.

Berita Terkait : Cakada Yang Keren Edukasi Dan Sosialisasi Hidup Sehat

"Sampai kapan perang ini berlangsung?" tanya Ratna, penasaran dengan uraian Sonny. 

Sonny meyakinkan, pandemi ini bisa dilalui, asalkan semua pihak berkontribusi memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi, pemerintah selalu berupaya dan mengerahkan segala yang dipunya untuk mengatasi pandemi ini. "Sampai kapan? Ya, kita berusaha secepatnya,” jawabnya. Namun, dia kembali menekankan pentingnya peran masyarakat. “Jadi, semuanya tidak bergantung pada kami (pemerintah)." 

Berita Terkait : Ketua Satgas Covid-19: Vaksin Terbaik Saat Ini Adalah Protokol Kesehatan

Sonny menambahkan, ketika gelombang kedua Corona muncul di sejumlah negara di Eropa, negara di Asia Timur berangsur membaik. Sebab, negara di Asia Timur terbiasa menghadapi pandemi. "Seperti halnya Jepang yang terbiasa menghadapi tsunami, sementara kita terbiasa menghadapi gempa bumi dan banjir," terangnya.

Tinggal bagaimana semua lapisan masyarakat bahu membahu menahan hasrat demi menekan penularan. Tatkala diumumkan pandemi, penduduk Asia Timur tanpa disuruh segera menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hingga jaga jarak satu sama lain. 
 Selanjutnya