RMco.id  Rakyat Merdeka - Letjen (Purn) Prabowo Subianto sering diberitakan tak bisa ke Amerika Serikat karena "dicekal" negara adidaya itu. Namun, kemarin, ada kabar Amerika sudah memberikan visa bagi Prabowo. Prabowo, yang sekarang menjabat Menteri Pertahanan itu pun, dijadwalkan akan segera menginjakkan kaki ke negeri Paman Sam itu. Apakah benar berita ini? Atau cuma hoaks

Kabar soal Prabowo mendapat visa AS pertama kali diberitakan oleh The Politico, media yang fokus membahas politik dan kebijakan luar negeri AS. Dalam laporan yang ditulis Nahal Toosi di media itu, disebutkan Departemen Luar Negeri AS sudah memberikan visa ke Prabowo. Informasi itu, ia dapatkan dari seorang pejabat Kemenlu AS. 

Berita Terkait : Menhan Prabowo Berikan Kendaraan Taktis ILSV J-Force Kepada TNI

Toosi menyebut, Prabowo yang telah lama masuk daftar hitam AS karena dugaan pelanggaran HAM, diperkirakan akan berkunjung ke AS dalam waktu dekat. "Kemungkinan sekitar akhir bulan Oktober ini," tulisnya. 

Pihak Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar soal kabar tersebut. Mereka beralasan, informasi soal pemberian visa adalah rahasia. 

Berita Terkait : Prabowo, Mana Aksimu?

Kabar soal ini muncul tak lama setelah Prabowo bertemu dengan pejabat Pentagon, yaitu Sekretaris Kementerian Pertahanan AS, James H Anderson, di Kemenhan, pertengahan September lalu. Dalam Twitter Kementerian Pertahanan AS disebutkan, pertemuan itu terkait kerja sama di bidang pertahanan dan kebebasan navigasi di Asia Pasifik. Kabar lain menyebut, pertemuan itu juga untuk memberikan undangan ke Prabowo untuk berkunjung ke AS. 

Rakyat Merdeka mencoba mengkonfirmasi kabar ini ke lingkaran Prabowo. Yaitu, Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Namun, mereka tidak memberikan jawaban. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan, tidak direspons.

Baca Juga : Longsor Sumedang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 29 Dan 11 Orang Hilang

Kabar soal Prabowo dapat visa AS ini bukan yang pertama kali. Akhir Oktober tahun lalu, Sufmi Dasco Ahmad mengabarkan hal serupa. Kata dia, tak lama setelah dilantik jadi Menhan, Prabowo mendapat banyak undangan, termasuk dari AS. Hanya saja, Prabowo belum bisa menentukan undangan mana yang akan dihadiri, lantaran masih sibuk membuat rencana untuk Kementerian Pertahanan. “Sehingga rencana ke luar negeri, termasuk ke AS, masih belum terjadwalkan,” kata Sufmi, saat itu. 
 Selanjutnya