RMco.id  Rakyat Merdeka - Petugas Polda Metro Jaya dan jajaran sudah menangkap 400 pendemo yang diduga dari kelompok anarko sejak awal aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja merebak pada Senin (5/10) hingga Rabu (7/10).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan polisi mendalami sekitar 400 orang dengan informasi dugaan para pendemo dibayar untuk berunjuk rasa berujung ricuh di wilayah hukum Polda Metro Jaya. "Para pendemo berusia remaja itu mendapatkan pesan berantai berisi ajakan untuk unjuk rasa dan bertindak anarkis," ungkapnya Kamis (8/10).

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Siapkan Posko Antemortem Sriwijaya Air Di RS Polri Kramat Jati

Yusri menambahkan pihaknya sedang mendalami semua karena yang bikin rusuh. Orang-orang yang bukan guru atau mahasiswa ada niatan bikin rusuh maka kami amankan," ujarnya.

Yusri mengaku Polda Metro Jaya menerima pemberitahuan rencana demo pada 5-8 Oktober 2020, namun polisi tidak mengeluarkan izin aksi.

Berita Terkait : Razia Kerumunan, Polisi Amankan 2 Orang Positif Covid

Pihak Polda Metro Jaya menurut Yusri, tidak mengeluarkan izin aksi karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga berisiko menambah jumlah orang terpapar.

Saat ini, petugas kepolisian juga mengamankan sekitar 70 orang diduga kelompok anarko yang berencana demo berujung ricuh di sekitar Asia Afrika Senayan, Portal Senayan, Jalan Veteran, Palmerah, Pancoran, dan lainnya. [SRI]