RMco.id  Rakyat Merdeka - Polisi menyebut demo penolakan Undang­-Undang Cipta Kerja yang berujung rusuh di sejumlah daerah akibat ulah Kelompok Anarko. Korps baju cokelat meyakini, ada yang meng­gerakkan dan memfasilitasi massa. Polisi sedang mencari dalang aksi ini.

Supaya dalang aksi ini cepat ketang­kap, Polisi disarankan tanya ke Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Karena, sebelumnya, Ketum Golkar itu mengaku tahu siapa yang mensponsori dan membayari aksi tersebut.

Polda Metro Jaya mengamankan 1.192 yang terindikasi sebagai Kelompok Anarko. Penangkapan ini merupakan hasil razia atau patroli yang dilakukan sejak Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, ribuan orang ini bukan bagian dari para buruh yang ingin menyuarakan aspirasi lewat demo. Mereka hanya ingin membuat kerusuhan. “Anarko itu bukan profesi, Anarko itu orang yang niat melakukan kerusuhan,” tutur Yusri.

Berita Terkait : Jadi Biang Kerok Kerusuhan, Twitter Kunci Akun Trump

Yang ditangkap, didominasi pelajar Sekolah Teknik Mesin (STM). Sisa­ nya, pengangguran. Mereka datang dari Bogor, Karawang, Banten, hingga Purwakarta. “Dari mana kita tahu? Kita tahu dari beberapa bukti handphone dan keterangan yang kita terima dari mereka yang kita amankan,” tegas Yusri.

Dari pemeriksaan terungkap, para remaja ini tak bergerak sendiri. Ada yang mengajak. Mereka mendapat undangan via WhatsApp. Kemudian difasilitasi untuk datang ke Ibu Kota dan berbuat rusuh.

“Disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus, kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua,” bebernya.

Sebagian besar dari ribuan orang itu sudah dipulangkan. Sisanya, 285 orang masih menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka terindikasi melakukan penge­ royokan hingga membawa senjata tajam.

Baca Juga : Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Setinggi 500 Meter

Kapolda lain satu suara dengan Ma­bes Polri dan Polda Metro; demo 810 itu ditunggangi Anarko. Kapolda Sumatera Utara, Irjen Mar­tuani menyebut, dari 243 pendemo yang diamankan, tiga orang merupakan ba­ gian dari kelompok Anarko. Di Sumsel, ada 7 orang Anarko di antara 174 orang yang ditangkap. “Mereka diketahui datang dari Jakarta,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi.

Tak cuma polisi, tentara juga me­nuding kelompok Anarko berada di balik kerusuhan demo. “Dari yang kami pelajari, ada dari Anarko. Mereka tidak memahami yang sebenarnya demo itu,” ujar Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Dudung menyebut, mereka bukan mahasiswa. Tapi preman. Asalnya juga bukan dari Jakarta, melainkan dari berbagai daerah.

Lalu siapa dalangnya? Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hu­mas Polri, Brigjen Awi Setiyono masih menyelidikinya. Terkait dengan per­nyataan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengaku mengetahui dalangnya, Awi mengatakan, polisi sedang mendalami informasi tersebut.

Baca Juga : Bareng Ikang Fawzi, Bamsoet Undi Give Away Empat Pilar MPR

“Polisi harus mengantongi minimal dua alat bukti untuk bisa menggiring seseorang sampai ke pengadilan,” tuturnya.

Warganet mengapresiasi Langkah polisi menangkap para perusuh. “Se­karang polisi tinggal cari dalangnya. Coba tanya pak Airlangga yang kata­ nya tahu dalangnya,” cuit @fathurdoa­ ibu. “Bongkar pemodal anarco,” tegas @zain_haddy. [OKT]