RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Jawa Timur berhasil mengamankan 634 pengunjuk rasa anarkistis dalam aksi menolak Omnibus law UU Cipta Kerja. 14 orang diantaranya diproses secara hukum karena terbukti telah melakukan perusakan fasilitas umum dan kendaraan masyarakat hingga aparat saat demo.

“Kita akan lakukan penahanan sesuau Pasal 170 atau pengrusakan secara bersama-sama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko seperti ditulis Sabtu (10/10).

Berita Terkait : Pelindo III: Terminal LNG Benoa Perkuat Kelistrikan Bali

Ke-14 orang tersebut diduga telah merusak pagar Gedung Negara Grahadi, kendaraan masyarakat, mobil polisi, pot bunga dan tempat sampah di tepi jalan, dan lainnya. 

Sementara 620 pendemo lainnya, Trunoyudo menyebut telah membebaskannya dan mengembalikan kepada orangtuanya. Alasannya, mereka hanya ikut-ikutan dan tidak paham maksud dan tujuan dari gerakan demo terkait penolakan UU Ciptaker .

Berita Terkait : Polisi Tetapkan Gisel Jadi Tersangka Video Syur

"Makanya Polda Jatim melakukan edukasi kepada mereka, karena memang lebih cenderung ikut-ikutan saja. Sehingga kita lakukan pengembalian kepada pihak orang tua," ujarnya. [OKT]