RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan  87 orang sebagai tersangka dalam aksi demo tolak UU Cipta Kerja di sejumlah titik di Jakarta, yang berujung rusuh pada Kamis (8/10).

Tujuh di antaranya, ditahan karena terancam hukuman 5 tahun penjara.

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Siapkan Posko Antemortem Sriwijaya Air Di RS Polri Kramat Jati

Akibat aksi anarkis dalam demo tersebut, Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rusak parah. Begitu pula sejumlah Halte Transjakarta, Pos Polisi, dan fasilitas umum lainnya.

"Kemarin, saya bilang, ada 285 orang yang terindikasi pidana dari 1.192 orang yang diamankan. Setelah kita dalami lagi, tinggal 87 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10).

Berita Terkait : Saatnya Terapkan Karantina Wilayah

"Yang sudah ditahan itu baru tujuh, kenapa 80 tidak ditahan? Karena kan pasalnya ada ancaman hukuman. Tergantung unsur pasalnya. Kalau yang tujuh ini, ancamannya di atas lima tahun, jadi ditahan," jelasnya.

Tujuh orang tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHP, karena melakukan pengeroyokan kepada petugas.

Berita Terkait : 100 Anggota Brimob Polda Metro Keliling Semprot Disinfektan

Yusri menjelaskan, dari 1.192 orang yang diamankan, sekitar 50 persen-nya masih berstatus pelajar di bawah umur. Pelajar tersebut mengaku mendapat undangan dari media sosial, dan dijanjikan akan mendapatkan sejumlah uang.
 Selanjutnya