RMco.id  Rakyat Merdeka - Panglima Kodam II (Pangdam II) Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi berkunjung ke Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, Sabtu (10/10). Agus Suhardi bersama dengan pejabat dan masyarakat sekitar mengikuti kegiatan Jelajah alam dengan mengendarai motor trail.

Kegiatan jelajah alam ini dimulai pukul 08.00 WIB, start dari Komplek Islamic Center Panaragan Jaya yang merupakan ibu kota Kabupaten Tubaba. Jelajah alam dilanjutkan dengan melewati  berbagai kawasan wisata dan berakhir sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di Berugo Cottage, yang berada tidak jauh dari titik start.

Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad, memperkenalkan beberapa destinasi wisata yang ada di daerahnya kepada Agus Suhardi, sekaligus menjelaskan konsep pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kabupaten Tubaba.

Berita Terkait : Polri Akan Selidiki Penumpang Palsu Sriwijaya Air

Umar Ahmad mengatakan Kabupaten Tubaba mengusung konsep pembangunan berbasis budaya dan ekologi. Daerah ini membangun beberapa kawasan wisata dengan tetap mengedepankan kelestarian alam.

Umar Ahmad adalah salah satu kepala daerah yang pada tahun 2020 mendapatkan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat yang diserahkan pada puncak Hari Pers Nasional, di Banjarmasin, pada Februari 2020 lalu.

Agus Suhardi memberi apresiasi atas konsep pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Berita Terkait : Tim DVI Sebut Ada Dua Penumpang Sriwijaya Daftar Dengan KTP Orang Lain

Menurutnya, Kabupaten Tubaba telah merespon kebutuhan masa yang akan datang, yaitu pembangunan yang berbasis budaya dan ekologi.

Agus Suhardi menambahkan salah satu bentuk respon itu adalah dengan dikembangkannya kawasan "Las Sengok" yang merupakan produk kebudayaan masa lalu sekaligus masa depan. “Saya telah menjadi saksi bahwa Tubaba sudah memulainya,” ujarnya.

Sekadar informasi kawasan Las Sengok adalah lokasi yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, berbentuk taman dengan banyak bebatuan yang besar. Kawasan ini dijuluki sebagai "Gerbang Selatan Bumi".

Berita Terkait : Berduka, Kasus Sriwijaya Momentum Perbaiki Sistem Pemeliharaan Pesawat

Sejak Februari 2020 lalu, lokasi ini telah menjadi pusat kegiatan event internasional Milenium Megalithic Art (MMA) yang dihadiri seniman dari mancanegara. [SRI]