RMco.id  Rakyat Merdeka - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi mengembangkan ekowisata di daerah pesisir. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Salah satu potensi alam pesisir yang akan dikembangkan adalah Sunge Jingkem yang berada di Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tempat ini menjadi destinasi yang cukup akrab warga Jakarta-Bekasi dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Potensi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi. Karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemkab Bekasi bekerjasama dengan kampus UPN Veteran Jakarta melakukan kajian pemberdayaan yang lebih terstruktur dan berbasis akademis.

Berita Terkait : Sinergi Bareng Pemkab Ende, PLN Kembangkan Penggunaan Biomassa

Kabid Sosial dan Budaya Balitbang Pemkab Bekasi Abdurrahman mengatakan, pihaknya menginginkan setiap program berbasis penelitian atau kajian. Untuk itu, pihaknya melibatkan akademisi dari UPN Veteran Jakarta dengan harapan mampu menemukan formula yang tepat model pemberdayaan ideal bagi semua kawasan ekowisata di pesisir Kabupaten Bekasi.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut dengan melakukan kunjungan ke lokasi dan berdialog dengan forum pemuda serta pengurus karang taruna sebagai inisiator wisata Sunge Jingkem dan Pantai Bakti. Ini untuk mendengarkan masukan dan mengeksplorasi potensi lain lokasi ekowisata.

“Pada Kamis (8/10) lalu, dilaksanakan kegiatan pemberdayaan dalam rangka pelatihan penguatan 

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

kelompok, pelayanan prima dan literasi keuangan,” ujar Ketua TIM dari UPN Veteran Jakarta, Asep Kamluddin.

Menurut dia,kunci dari destinasi wisata adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memberikan wawasan pelaku wisata serta membangun kesadaran kolektif untuk saling bersinergi,” ujar Asep.

Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, Ni Putu Eka mengatakan, penguasaan literasi keuangan sangat penting bagi pengelola ekowisata. Kemampuan ini mencerminkan integritas dan kepedulian terhadap keberlanjutan ekowisata.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Diakhir acara, Wadek Bidang Akademik FISIP UPN Veteran Jakarta, Kusumajanti memberikan penjelasan, terkait penguatan kelompok dan pentingnya sinergi dengan segenap pengelola desa. “Sehingga mampu meningkatkan income dan akan memperluas manfaat akan keberadaan lokasi wisata,” pungkasnya. [DIT]