RMco.id  Rakyat Merdeka - Terpidana mati kasus narkoba jenis sabu, Cai Chang Pan alias Cai Ji Fan ditemukan gantung diri di sebuah tempat pembakaran ban di Hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10).

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui secara detail, bagaimana kronologis peristiwa tersebut.

Berita Terkait : Tiga Pendemo Yang Diciduk Di Lampu Merah Tomang, Ternyata Positif Corona

“Setelah mendapat informasi, tim bergerak ke Hutan Jasinga ke tempat pembakaran ban dan memerintahkan tim mencari. Pagi tadi, dilakukan penggerebekan. Kami temukan, Cai Changpan sudah meninggal dunia,” ungkap Yusri.

Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi dari satpam pabrik yang melihat Cai masuk ke Hutan Jasinga. Satpam tersebut menginformasikan, narapidana yang telah divonis mati tersebut sering bermalam di pabrik itu. Meski tidak setiap hari.

Berita Terkait : Aksi Buruh, Lalin di Sekitar Gedung DPR/MPR Dialihkan

Cai mengancam satpam yang mengetahui keberadaannya  untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Namun, laporan tersebut masuk ke Kepolisian setempat. Hingga akhirnya, tim pencarian bergerak ke lokasi untuk penggerebekan pada Sabtu (17/10) pagi.

Cai Chang Pan alias Cai Ji Fan (CJF) kabur dari Lapas Klas I Tangerang pada Jumat 18 September 2020. Ia kabur melalui sebuah lubang yang digalinya.

Berita Terkait : Buru Cai Changpan, Polda Metro Jaya Libatkan Brimob

Dalam pelarian itu, Cai yang merupakan narapidana narkoba yang divonis hukuman mati sejak 2017, diduga memanfaatkan kelengahan petugas. Sehingga, dapat menggali lubang tanpa diketahui. [FAQ]