RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang membenarkan bahwa Pollycarpus Budihari Prijanto meninggal dunia, Sabtu (17/10) sore di RSPP Jakarta.

Orang yang divonis bersalah dalam kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir Said Thalib itu tutup usia. “Iya benar, beliau telah mendahului kita hari ini. Kami membawa bendera merah putih dari Pak Muchdi PR (Ketum Partai Berkarya) untuk dipakai di peti mati beliau,” ujar Badarudin, kepada wartawan, Sabtu (17/10).

Baca Juga : Cai Changpan Ditemukan Gantung Diri Di Hutan Jasinga, Bogor

Badarudin menyebut terakhir bertemu dengan Pollycarpus pada Agustus 2020 lalu. Tepatnya, saat Rakernas Partai Berkarya, di Surabaya.

Pollycarpus, dianggapnya bagian dari keluarga besar Partai Berkarya. Selain urusan politik, Badaruddin menyebut almarhum aktif memberikan herbal melawan Covid-19. "Beliau aktif bagi-bagi obat herbal anti Covid-19. Beliau keluarga besar kami di Berkarya. Mohon doa semuanya semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan mohon maaf bila ada khilaf beliau. Beliau orang baik," ungkapnya.

Baca Juga : Warga Badung Happy Kantongi Bantuan Rp 300 Ribu Dari Pemerintah

Sementara itu mantan pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, mendapat kabar duka ini dari istri pria yang berprofesi sebagai pilot. Pollycarpus disebut meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid lebih dari 2 minggu di RSPP Jakarta. "Meninggal karena Covid-19, dari Mbak Hera, istrinya. Mbak Hera mengatakan (Pollycarpus) meninggal setelah berjuang melawan Covid selama 16 hari," jelas Wirawan, Sabtu (17/10).

Diketahui, Pollycarpus adalah eks pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004.

Baca Juga : Rerie: Jangan Terlena Dengan Vaksin Corona

Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, dia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014. Kemudian, dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018. [BSH]