RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban menyatakan, pihaknya tetap mengkritisi sejumlah ketentuan dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Namun, KSBSI memilih cara penyampaian yang baik, sesuai konstitusi. KSBSI memastikan, tak akan ikut rencana aksi buruh pada tanggal 20 hingga 22 Oktober mendatang.

Berita Terkait : Khawatir Ditunggangi, KSBSI Tak Ikut-Ikutan Mogok Massal

"KSBSI tidak akan aksi lagi. Termasuk, tanggal 20 sampai 22 Oktober yang sekarang lagi viral di medsos. KSBSI cooling down untuk aksi. Sekarang, konsolidasi," ujar Elly dalam keterangannya kepada RMco.id, Sabtu (16/10).

Elly menilai, dalam aksi demo buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang lalu, ada pihak yang mencuri panggung. Oknum ini numpang cari nama. Mereka tak serius membawa aspirasi serikat pekerja, atau mengawal nasib buruh agar benar-benar diperhatikan.

Baca Juga : Kena Covid, Pollycarpus Meninggal Dunia Di RSPP

"Kami para buruh, tidak sampai mendesak Pak Jokowi mundur. Kami garansi, tak ada bagian dari kami melakukan itu. Bahkan, kami pun tak pernah menyampaikan statement yang provokatif. KSBSI menilai aksi buruh sudah ditunggangi dengan kerusuhan-kerusuhan," tandas Elly.
 Selanjutnya