RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko angkat bicara mengenai Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Menurut dia, alasan Presiden Jokowi mengesahkan UU yang disebut “sapu jagat” ini untuk menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu, kata eks Panglima TNI ini, Jokowi siap menerima apapun risiko dari dibuatnya UU ini. Termasuk didemo, Jokowi siap menerimanya.

Pernyataan ini disampaikan Moeldoko dalam siaran pers yang disebarkan ke wartawan, kemarin. Seperti sebelumnya, format siaran pers ini, tanya-jawab, seperti wawancara.

Dijuduli, “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan JokowiMa’ruf Amin, Wajah Baru Indonesia, Wajah Rakyat Bahagia”. Tak pakai basa-basi, pertanyaan langsung diawali soal penolakan UU Ciptaker.

Berita Terkait : Andika Tidak Suka

Moeldoko menjawab, banyak orang berpandangan, UU Ciptaker ini merugikan. Padahal, sebaliknya. Beleid ini menciptakan lapangan pekerjaan baru seluas-luasnya yang saat ini mendesak.

Indikasinya, ada 33 juta orang yang mendaftar menjadi peserta Kartu Pra Kerja. Nah, UU ini menyederhanakan dan mensinkronisasikan berbagai regulasi atau hyper-regulation, yang menghambat penciptaan lapangan kerja itu.

Dengan aturan ini pemerintah mengupayakan adanya jaminan yang lebih baik tentang pekerjaan, pendapatan, dan jaminan sosial. “Itu poin yang penting,” tegasnya.

Selain lapangan kerja, UU Ciptaker juga membuka kesempatan bagi pengusaha UMKM dan koperasi. Mereka yang tadinya mengurus perizinan panjang dan berbelit, nanti cukup lewat satu pintu saja. Sekali saja.

Berita Terkait : Moeldoko: Banyak Tokoh Belum Tahu UU Ciptaker, Tapi Menolak

“Jadi jangan buru-buru komplain berlebihan padahal belum memahami penuh, isi dan substansi dari versi terakhir Undang-Undang Cipta Kerja ini,” imbau Moeldoko.

Menurut dia, UU ini sebenarnya merupakan jawaban pemerintah atas keluhan masyarakat soal pelayanan birokrasi yang lamban, berbelit, menyebalkan, dan banyaknya regulasi yang tumpangtindih.

Tapi saat pemerintah mengambil langkah, yang terjadi di masyarakat justru paradoks. Penolakan. “Kondisi ini harus kita luruskan,” ucapnya. Langkah pemerintah mengesahkan aturan itu memang memunculkan risiko dan perdebatan.

Tetapi Presiden Jokowi tak takut. Dia bukanlah jenis pemimpin yang menikmati kemenangannya, sampai-sampai takut menjadi tidak populer dengan mengorbankan kepentingan rakyatnya.

Berita Terkait : PDIP Hargai Sikap Demokrat Tolak UU Ciptaker

“Presiden Jokowi memilih untuk tidak takut mengambil risiko. Mengambil jalan terjal dan menanjak,” tuturnya.

Sikap itulah yang menurut Moeldoko seharusnya diambil seorang pemimpin. UU Ciptaker ini sudah didiskusikan di DPR, dan para wakil rakyat sudah mengesahkannya. Setiap orang boleh berpendapat. Boleh berunjuk rasa. Tapi jangan sampai merusak tujuan utamanya.

“Biarkan 1000 tunas baru bermekaran. Biarkan 1000 pemikiran bermunculan. Tapi jangan dirusak tangkainya,” imbaunya.

Jika penyampaian pendapat sudah mengarah pada perusakan, anarki, atau menyebar fitnah sehingga mengganggu hak orang lain, mengusik rasa aman khalayak, juga merusak harmoni bangsa, bakal ditertibkan.
 Selanjutnya