RMco.id  Rakyat Merdeka - Menko Polhukam, Mahfud MD, tak mau ikut-ikutan berpolemik, juga tak mau ambil pusing soal rencana kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia. Kata Mahfud, kalau Rizieq mau pulang, ya udah pulang aja. 

Hingga kini, rencana kepulangan Rizieq ke Tanah Air masih njlimet. Front Pembela Islam (FPI) bilang, Rizieq sudah bebas dari cekal dan akan segera pulang. Namun, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh memastikan Rizieq belum bisa keluar dari Arab Saudi. Perbedaan informasi ini membuat FPI dan Agus Maftuh kembali saling serang. 

Berita Terkait : Demo Belum Reda, Prof Mahfud Nggak Kaget

Mahfud enggan ikut berpolemik soal urusan mudik Rizieq. Menurutnya, kepulangan WNI ke Tanah Air merupakan hak setiap orang. Tak ada yang bisa melarang hal tersebut. Begitu juga dengan keinginan Rizieq yang kangen Indonesia. “Pulang saja. Tak dilarang,” kata pria kelahiran Madura, 63 tahun silam ini, kemarin. 

Mahfud menambahkan pemerintah tak pernah menghalang-halangi Rizieq pulang. “Gitu saja, kok diramaikan. Kaya tak tak ada urusan lain saja,” tegasnya. 

Baca Juga : Sebelum Tarung Di Laga UEA, Timnas Indonesia U-16 Jalani Swab Test

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga tidak terlalu memikirkan soal rencana Imam Besar FPI itu akan memimpin revolusi saat tiba di tanah air. Kata Mahfud, tanpa ada Rizieq, pemerintah saat ini juga sedang melakukan revolusi. “Nggak apa-apa kalo mau mimpin revolusi. Pemerintah juga berusaha melakukan revolusi mental,” cetusnya. 

Sementara itu, Juru Bicara FPI, Munarman menyatakan, Rizieq akan pulang dalam waktu dekat. Pihaknya tengah mempersiapkan sambutan kepulangan Rizieq. “Persiapan kepulangannya sudah 75 persen,” kata Munarman, kemarin. 

Baca Juga : Kerendahan Hati Pemimpin (2)

Ditanya kapan waktu kepulangannya, Munarman mengaku, tidak mau mendahului takdir. “Insya Allah IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) akan pulang sesuai waktu yang ditentukan oleh Allah,” katanya. 

Sebelumnya, FPI mengklaim larangan bepergian terhadap Rizieq oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah dicabut. Ketua Umum FPI, Shobri Lubis mengaku dapat informasi tersebut langsung dari Rizieq di Arab Saudi. [MEN]