Sebelumnya 
“Heran Undang-Undang ITE ancaman hukuman pidananya sampai enam tahun. Padahal yang korupsi saja di bawah lima tahun. Aneh amat,” kata Rifqiyyaabiya. Reiza_Patters berharap, pada tahun 2024 ada komitmen dari calon pemimpin negeri ini untuk merevisi total UU ITE.

Revisi perlu dilakukan secara total komprehensif agar tidak jadi mainan rezim dan aparat hukum dalam menangani perbedaan pendapat. “Yang sekarang sudah cukup menakutkan,” kata dia.

Baca Juga : Mahfud Tak Ambil Pusing

Sementara, Afif10a tidak setuju UU ITE dihapus. “Jadi harus hati-hati,” ujarnya. Didik Mukrianto menjelaskan, kehadiran UU ITE memilik tujuan baik.

Yaitu respons negara terhadap kehadiran internet, sekaligus memitigasi akibat kejahatan yang muncul di tengah perangkat hukum yang tidak bisa memadai lagi.

Baca Juga : Prabowo Manula Saat Pilpres 2024

“Untuk dijadikan pegangan sebagai keputusan hukum,” jelasnya.

Mariska Lubis meminta masyarakat jangan sedih dan drop mental hanya karena ada UU ITE. Dia mengajak publik mengambil hikmah dari adanya UU ITE.

Baca Juga : KPK Dan Mobil Dinas

Beberapa tahun ini, kata dia, ada penurunan umat yang menulis, apalagi puisi/prosa. “Padahal menulis dengan baik itu penting untuk melawan pembodohan dan perubahan. Yuk belajar bersama,” kata dia.

Tokaikucing menegaskan, keberadaan UU ITE positif. Tujuanya, agar masyarakat kalau ngomong/ngetik dijaga dan nggak semaunya. “Makanya jaga etika,” pinta dia. [TIF]