RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menuntut pengemudi dan pemilik truk semen, yang menabrak rangkaian kereta api angkutan batu bara di perlintasan sebidang KM 6+9 Blokpos GR Jalan Ki Agus Anang, Garuntang, Bandar Lampung, Sabtu (17/10).

“Atas kejadian tersebut, kami atas nama manajemen KAI akan menuntut ganti rugi. Karena kejadian tersebut telah merugikan perusahaan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Selain mengakibatkan perjalanan kereta api terhambat, KAI juga mengalami kerugian fisik atas insiden tersebut. Ada 5 gerbong barang yang keluar jalur, dan mengalami kerusakan. Sehingga, belum dapat digunakan untuk sementara waktu.

Berita Terkait : Tanggung Jawab Bersama, Keselamatan Di Perlintasan Kereta Api

Agar kecelakaan serupa tak terulang, KAI akan berupaya meningkatkan keselamatan dengan pemasangan Peralatan Keselamatan Perlintasan Sebidang oleh pemerintah.

Pengelolaan dan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang tersebut l, dilakukan oleh penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya. Misalnya, Menteri untuk jalan nasional, Gubernur untuk jalan provinsi, dan Bupati/Walikota untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa.

Hal ini sesuai dengan PM Perhubungan No 94 Tahun 2018 pasal 2 dan 37. Joni juga menegaskan, perlintasan sebidang kereta api seharusnya dibuat tidak sebidang. Menjadi flyover dan underpass.

Berita Terkait : Jalan Panjang Untuk Menjadi Seorang Masinis KAI

Selain itu, KAI juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penutupan perlintasan sebidang liar atau tidak dijaga. Hal ini untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan. Diperlukan juga kewaspadaan, kepatuhan, dan kedisiplinan setiap pengendara kendaraan bermotor saat menghadapi perlintasan sebidang.

Pastikan pula kendaraan dalam kondisi yang andal, saat akan digunakan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud, jika seluruh unsur masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama peduli. Kepedulian seluruh stakeholder, termasuk para pengguna jalan, diharapkan mampu menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang. Karena pada hakikatnya, keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab kita bersama ” tutup Joni. [HES]