RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembina Gerakan Massa Buruh dan Pembina Solidaritas Buruh Pelabuhan Indonesia Irma Suryani Chaniago memuji kinerja Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Irma, Erick berkinerja sangat baik dan nyata untuk pemerintah dan rakyat.

Irma menjabarkan beberapa kinerja baik Erick. Pertama, mengenai pengadaan vaksin Covid-19, yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain bekerja sama dengan Sinovac, China, Erick juga mampu mendapatkan tambahan kebutuhan vaksin dari Inggris.

“Pak Erick dan Ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan sudah berhasil mengikat kesepakatan dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca, untuk penyediaan 100 juta vaksin Covid-19. Vaksin tersebut dijanjikan akan dikirim pada awal 2021,” tutur Irma.

Berita Terkait : Urus Vaksin, Retno dan Erick Terbang ke Inggris dan Swiss

Menurut politisi Partai Nasdem itu, langkah Erick tersebut merupakan pengejawantahan Pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945, yang berbunyi, “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Erick mendapat tugas dari Presiden untuk segera mendapatkan vaksin dalam rangka “menyelamatkan hak hidup” rakyat Indonesia. 

Kedua, selain mengamankan ketersediaan vaksin, Erick juga telah memberangkatkan tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke pihak produsen vaksin. Tujuannya, demi memastikan bahwa vaksin tersebut boleh digunakan umat Islam Indonesia. “Hal ini dilakukan Pak Erick untuk menghormati MUI dan menjaga agar tidak ada keragu-raguan rakyat terhadap maslahat vaksin ini untuk keselamatan rakyat Indonesia dari wabah pandemi Covid-19,” terang Irma.

Ketiga, sebagai menteri yang berkinerja baik, Erick juga melakukan merger bank syariah guna meningkatkan performa bank tersebut. Proses merger bank syariah BUMN diperkirakan akan rampung pada kuartal I-2021. 

Baca Juga : 5 Lokasi Perpanjang SIM Di Jakarta Hari Ini

Nantinya, lanjut Irma, PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan. “Kabar merger bank syariah ini sontak membuat laju saham BRIS di pasar modal tidak terbendung. Dalam sepekan, pergerakan saham BRIS naik 60,34 persen ke level Rp 1.395,” terang mantan anggota Komisi IX DPR ini.

Keempat, Erick juga dinilai berkinerja baik terkait penanganan kasus Jiwasraya. “Bukan cuma pembobolnya yang dipidanakan, Pak Erick juga menyita aset mereka dan memberikan punishment mengganti semua direksi,” terang Irma.

Kelima, Erick terus membantu masyarakat kecil. Kewajiban negara terhadap rakyat ditunaikan dengan memberikan bantuan melalui program Permodalan Nasional Mandiri (PNM). Melalui program ini, banyak UMKM mendapat aksi permodalan. “Pak Erick paham betul, negara tidak boleh berbisnis dengan rakyat,” pujinya. [USU]