RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelayanan kepada publik di era adaptasi kebiasaan baru dituntut prima. Demikian juga untuk pelayanan di Kepolisian. Melalui e-policing pada komunitas maupun lalu lintas, diharapkan segala sesuatu terpantau. Bahkan mampu menjembatani serta membantu proses recovery dan penjagaan keteraturan sosial.

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan, orientasi pelayanan publik mesti menjadi acuan dalam penilaian atau penentuan tingkat profesionalisme.

Baca Juga : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

"Di masa depan, Polisi dituntut adanya pelayanan yang prima memenuhi standar seperti cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses. Sistem pelayanan prima bersumber pada big data dan sistem pelayanan one gates service. Ini yang memerlukan sistem dalam penyelenggaraan secara virtual atau electronic policing (e-policing)," ujar Chryshnanda, di Jakarta, Selasa (20/10).

Chryshnanda menerangkan, melihat dan menimbang situasi serta mempertahankan kedaulatan NKRI, ketahanan bangsa, daya tangkal dan daya saing, diperlukan satuan mumpuni. Yaitu yang mampu mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial untuk menghadapi permasalahan dengan intensitas tinggi secara demokratis, profesional, cerdas, bermoral, dan modern. Yang mampu memberikan pelayanan kepolisian dengan prima.

Baca Juga : CEO Tiran Group Dan AAS Foundation Andi Amran Sulaiman Kirim Bantuan Kemanusiaan

"Implementasinya dapat dikategorikan antara lain, fungsi utama, fungsi pendukung operasional, fungsional, fungsi khusus untuk menangani pola yang berbasis dampak masalah. Di era digital, pelayanan secara virtual mendukung pelayanan aktual yang mampu digerakkan cyber cops, yang memiliki kompetensi polisi siber melalui e-policing," tuturnya. [USU]