RMco.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nanang Suryadi melakukan eksekusi terhadap dua terpidana kasus suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR Sidoarjo, Selasa (20/10). Keduanya yakni eks Kabid Bina Marga Dinas PUBM Judi Tetrahastoto dan Kabag Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji. 

"(Eksekusi) dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya di Porong," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (22/10). 

Berita Terkait : KPK Jebloskan Anak Buah Bupati Sidoarjo Nonaktif Ke Rutan Perempuan Surabaya

Berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya No.37/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Sby dan No. 38/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Sby tanggal 5 Oktober 2020, keduanya akan menjalani pidana penjara selama 2 tahun. Selain itu keduanya dibebani pidana denda sebesar Rp 150 juta subsider 6 bulan. 

Judi juga diharuskan membayar kekurangan uang pengganti sebesar Rp 200.700.000. Jika tidak mampu membayar, dia akan dikenakan pidana 6 bulan kurungan. Sementara Sanadjihitu harus membayar sisa uang pengganti sebesar Rp 100 juta sebagai hasil tindak pidana korupsi yang diterima dan dinikmati. Atau dikurung selama 6 bulan. 

Berita Terkait : KPK Eksekusi Perantara Suap Eks Bupati Talaud Ke Lapas Sukamiskin

"Sebanyak Rp 200 juta yang disita KPK yang berada pada rekening penampungan KPK juga dirampas oleh negara dan disetorkan kepada Kas Negara," beber Ali. 

Pada hari yang sama, KPK juga melakukan eksekusi terhadap eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sunarti Setyaningsih ke Rutan Perempuan Klas II A Surabaya di Porong. Dia akan menjalani hukuman selama 1,5 tahun di dalam sana. 

Berita Terkait : KPK Eksekusi Managing Director PT Rohde And Schwarz Erwin Syaaf Arief Ke LP Cipinang

Ketiga pejabat Sidorajo ini bersama Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah, serta pengusaha Ibnu Gofur dan Totok Sumedi, dicokok KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), 7 Januari 2020. 

Keempat pejabat Pemkab Sidoarjo itu menerima suap dari Ibnu dan Totok yang tujuannya untuk menggolkan perusahaan mereka menggarap paket-paket pembangunan di Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2019. Para pemberi suap telah dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Semua terdakwa ini menerima vonis yang dijatuhkan. Sementara Saiful Ilah yang divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan, mengajukan banding. [OKT]