RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sekitar 200 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Dalam perkara ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 200 orang saksi dan telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, uang, dan aset," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (22/10).

Berita Terkait : Kasus Korupsi Proyek Infrastruktur Banjar, KPK Garap 7 Saksi Di Bandung

Uang yang disita sebanyak Rp 12 miliar. Sementara aset, berupa satu bidang tanah. Selain itu, penyidik komisi antirasuah telah memblokir puluhan aset. "Uang lebih kurang Rp 12 miliar disita, satu aset tanah di sita, puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi," imbuh Ali.

Ali menambahkan, penyidik saat ini akan terus melengkapi berkas perkara dengan dugaan nilai kerugian negara Rp 202 miliar ini dengan fokus pada upaya asset recovery atau pemulihan aset negara.

Berita Terkait : KPK Telisik Peran Dosen Teknik Sipil UI

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Kelimanya yakni eks Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, Wakil Kadiv II Waskita Karya Fakih Usman.
 Selanjutnya