RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik, Harits Hijrah Wicaksana mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja akan mempermudah investor menanamkan modal usaha di Indonesia. Sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Kebijakan UU Ciptaker bertujuan memberikan kemudahan perizinan bagi investor," kata Harits, Kamis (22/10). 

Berita Terkait : UU Ciptaker Beri Kemudahan dan Perlindungan Bagi KUMKM

Selama ini proses perizinan sangat menghambat para investor lantaran harus bertabrakan dengan ribuan UU. Terjadilah tumpah tindih regulasi. Pengurusan perizinan usaha yang sangat panjang, lanjut Harits, juga akan memicu pengeluaran biaya yang cukup besar. Potensinya akan terjadi korupsi dan pungutan liar.

"UU Ciptaker ini menyederhanakan dan untuk mempermudah proses perizinan agar investor membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kami mengapresiasi UU Ciptaker karena bisa membangkitkan ekonomi, menguntungkan pekerja juga tidak merugikan pengusaha," ujar Harits.

Berita Terkait : RI-UNICEF Teken Kerja Sama Rp 2,1 Triliun Untuk Pembangunan SDM

Tak hanya mengakomodir kepentingan buruh dan pengusah, UU Ciptaker juga dinilai positif. Pasalnya mampu melindungi kepentingan masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

"Pembinaan UMKM akan dikedepankan. Pemberdayaan dan pendataan UMKM akan dilakukan tersentralistik, sehingga bantuan dari pemerintah sangat tetap sasaran," kata Harits. [UMM]