RMco.id  Rakyat Merdeka - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar demo lagi pada 1 November mendatang, jika Presiden Jokowi meneken UU Cipta Kerja.

Presiden KSPI Said Iqbal memperkirakan, Presiden akan meneken undang-undang tersebut pada 28 Oktober mendatang. Tapi, buruh tak akan langsung berdemo keesokan harinya sampai 31 Oktober, lantaran libur panjang.

Berita Terkait : Jokowi Divaksin Corona, Rupiah Melesat

"Maka, tanggal 1 November  bisa dipastikan buruh-buruh KSPI akan menyerukan aksi nasional di seluruh Indonesia. Ada di 20 provinsi, lebih dari 200 kabupaten/kota," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Sabtu (24/10).

Selain menggelar aksi demo, pada hari yang sama, KSPI juga akan melayangkan judicial review atau uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Berita Terkait : Jokowi Warning Kelangkaan Kedelai, Mentan Manggut-manggut

Said memastikan, demo akan dilakukan secara terukur, konstitusional, dan damai. KSPI dan 32 konfederasi lain mengambil prinsip anti kekerasan alias non violence.

 "Tidak ada keinginan rusuh, tidak ada keinginan anarkis, tidak ada keinginan atau melakukan tindakan merusak fasilitas," tegas Said.

Berita Terkait : Hippi: UU Cipta Kerja Wajibkan Investor Asing Lakukan Alih Teknologi

Demo akan berlangsung di sekitar Istana Negara dan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi itu akan terus berlangsung, sampai keluar hasil keputusan dari MK atas gugatan UU Cipta Kerja tersebut.

"Sampai kapan kita aksi? Sampai kita menang, dan sudah ada putusan dari MK. Nggak ada batas waktu. Kapan saja, kami siapkan aksi-aksi terstruktur, terarah, dan konstitusional," tandas Said. [OKT]