RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kasus suap-gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) Hiendra Soenjoto di sebuah apartemen di wilayah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengungkap, penyidik menerima informasi dari masyarakat soal keberadaan Hiendra di apartemen yang dihuni temannya itu pada Rabu (28/10), pukul 15.30 WIB.

"Atas informasi tersebut, penyidik KPK berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan petugas security, mengintai, dan menunggu kesempatan agar bisa masuk ke salah satu unit apartemen yang dimaksud," ujar Lili dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Penyidik akhirnya punya kesempatan, ketika teman Hiendra keluar untuk mengambil barang di mobilnya, tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Berita Terkait : Mantan Sekda Banjar Sodikin Digarap KPK Lagi

Dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK dengan disaksikan pengelola apartemen, petugas security apartemen, dan polisi, langsung masuk dan menangkap Hiendra yang berada di dalam unit apartemen.

Penyidik kemudian membawa Hiendra dan temannya ke kantor KPK.

"Tim KPK juga membawa dua unit kendaraan yang diduga digunakan HS dalam pelarian selama ini, alat komunikasi, dan barang-barang pribadinya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam dakwaan Nurhadi dan Rezky, Hiendra yang merupakan bos PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu disebut memberi suap Rp 45,7 miliar kepada Nurhadi dan Rezky.

Baca Juga : Demi Ngundang Turis Muslim, Swiss Serukan Cabut Larangan Cadar

Suap itu, untuk mengurus dua perkara. Pertama, perkara gugatan PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), dan kedua, gugatan melawan Azhar Umar. Hiendra sudah buron sejak Februari 2020, atau 8 bulan.

KPK memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 11 Februari.

Lili menyebut, penyidik selama ini sudah berupaya melakukan perburuan. "Sejak ditetapkan jadi DPO, KPK dibantu polisi aktif cari DPO dan menggeledah sejumlah rumah di Jakarta dan Jawa Timur," beber eks Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu.

Hiendra langsung dijebloskan ke dalam sel di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari ke depan, mulai hari ini sampai 17 November mendatang. [OKT]

Baca Juga : Harga-harga Naik Rakyat Ngelus Dada