RMco.id  Rakyat Merdeka - Tampilnya Menteri Kesehatan, Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto di forum World Health Organization (WHO) menyisakan tanda tanya besar. Kenapa, Terawan hanya menyampaikan pujian ke Presiden Jokowi dan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Kenapa Terawan tidak menyebut Wapres Ma’ruf Amin dan pejabat lain yang bertanggung jawab penuh urus Covid19. Apakah kelupaan atau sengaja?

Terawan tampil di forum WHO,Jumat (6/11) sore bersama Menkes Thailand dan Menkes Afrika Selatan. Sekitar 10 menit, eks Direktur Utama RSPAD ini memaparkan pengalaman menerapkan penggunaan IAR Covid-19 secara nasional. Intra-Action Review (IAR) Covid-19 ini, semacam tool evaluasi dan monitoring dalam penanganan Covid-19. 

Ada sejumlah poin yang dibahas Terawan dalam forum itu. Mulai dari masalah yang dihadapi pemerintah hingga 9 kunci keberhasilan dalam menangani Corona. Di kesempatan itu juga, Terawan menyampaikan peran Jokowi dan Luhut dalam penanganan Covid-19. Keduanya dianggap Terawan berperan dalam melakukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan koordinasi dari Covid-19 Task Force Chief Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan, seluruh stakeholder bisa berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung IAR,” ujar Terawan. 

Berita Terkait : Ketahanan Pangan Kita Masih Rendah

Pernyataan Terawan ini menjadi sorotan warga dunia maya. Karena pujian yang disampaikan Terawan hanya ditujukan buat Jokowi dan Luhut. Sementara Wapres yang juga bos dirinya, sama sekali tidak disinggung. “Bukan saatnya untuk muji pak, tapi saatnya kita untuk bangkit mengembalikan perekonomian negara,” kritik akun @20Btriyono. “Duh, ketemu WHO malah jadi ajang puja-puji. Lantas program bapak mengatasi pandemi apa?” protes akun @NtjepIWAN. “Koq Wapres nggak disebut juga Pak?” tanya akun @rm_sis. “Siapa memuji siapa? Yang harus dipuji siapa?” sindir akun @ fadlilagozhila. 

Saat dimintai keterangan, Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi hemat bicara. Katanya, bukan topuksinya mengomentari hal tersebut. “Nggak ada tanggapan. No comment saya untuk itu,” jawabnya, singkat. 

Saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Terawan juga tidak merespons. Begitu juga dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi maupun Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widiyawati, yang kompak bergeming. 

Berita Terkait : Duh, Beban Nakes Semakin Berat Aja

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin menyebutTerawan offside. “Itu komunikasi yang buruk dalam konteks tata pemerintahan. Harusnya, siapapun pimpinannya, Terawan harus menyebutkan,” kata Ujang kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Menurutnya, tidak pantas Menkes tidak ikut menyampaikan terima kasih pada Wapres. Padahal, dalam tupoksinya, Wapres itu atasannya Menkes, sehingga layak untuk disebutkan. Misalnya, Presiden perannya apa saja, setelah itu Wapres, kemudian Menko terkait. “Nggak boleh loncat-loncat, Jokowi lalu Luhut. Ini harusnya dijaga para menteri,” imbuhnya. 

Ujang tidak sepakat, kejadian itu karena kelupaan atau di luar kesengajaan. Alasannya, pemaparan yang disampaikan Terawan dalam forum itu berdasarkan teks tertulis. Sementara teks itu sudah dibuat sebelum tampil. “Dan ini memang sengaja tidak disebutkan. Dan memang ada yang menyuruh tidak menyebutkan,” duga Ujang. 

Berita Terkait : Virus Terawan Nular Ke Jenderal Prabowo

Namun penilaian berbeda disampaikan pengamat Politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Dia yakin, Terawan tidak sengaja tidak menyebut nama Wapres. Apalagi publik selama ini tahu kalau Jokowi maupun Luhut merupakan dua sosok penting jika dikaitkan dengan penanganan Covid-19. 

Hanya saja, Hensat-sapaannya, menilai masih ada nama-nama lain yang harusnya juga disebut. Di antaranya Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro yang sibuk mengembangkan vaksin bersama Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Kemudian ada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga sibuk dalam pengadaan vaksin luar negeri, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang jelas-jelas sebagai penanggung jawab pemulihan ekonomi nasional. 

“Walaupun tidak sengaja, Menteri Terawan harus terbiasa menyebutkan nama-nama tim lain, koleganya yang memang juga berjasa dan bekerja keras dalam penanggulangan Covid-19. Jangan cuma menyenangkan Presiden Jokowi dan Luhut, tapi melupakan penghargaan untuk koleganya,” sentil Hensat. [MEN]