RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk memperkuat pemberdayaan santri, khususnya meningkatkan keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi digital, MataAir Foundation melanjutkan pendampingan dan kolaborasi bersama santri dan pelajar se-Kabupaten Kudus, di Resto Kampung Sawah, Kudus, Jumat (20/10). Halaqah Santri Digital ini mengusung tema “Menjawab Tantangan New Normal Melalui Kreasi Konten Digital”. 

Dalam acara ini, MataAir menggandeng Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus. Acara diikuti 50 peserta aktif dari berbagai madrasah dan pondok pesantren.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Peritel Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Ketua Yayasan MataAir Abdurrahman Shaleh Fauzi mengungkapkan, pemanfaatan media sosial sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Pandemi memaksa kita untuk masuk dalam dunia digital lebih dalam. Ini menjadi satu-satunya cara kita berkomunikasi sehari-hari, agar tetap produktif dan tidak ketinggalan informasi,” terang pria yang biasa disapa Fauz ini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (21/11).

Kegelisahan Fauzi menjadi alasan kegiatan ini diselenggarakan. Menurutnya, pelajar jangan sampai gagap dengan dunia digital. Fenomena yang terjadi ialah banyak pelajar dan santri yang telah memanfaatkan media sosial, namun tak sedikit pula yang justru jadi korban media sosial karena belum memahami literasi digital dengan baik.

Baca Juga : Pertamina Hadirkan Promo Pertalite di Jakarta Barat, Selatan dan Timur

“Kita harus bisa mengelola media sosial dengan sebaik mungkin dengan menghindari nilai dan dampak negatif yang timbul dari penggunaan media sosial,” ucap Fauzi. Dia berharap lahirnya talenta muda kreatif yang mampu menjadi kreator konten digital dengan menggunakan berbagai platform media sosial sebagai sarana melakukan kreatifitas digital.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Muhammad Chasan Fauzi mengungkapkan harapannya di hadapan para peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara daring melalui zoom virtual maupun luring, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, sudah saatnya pelajar dan santri memahami dan memanfaatkan literasi digital agar mampu menguasai ruang publik di era revolusi industri yang ditandai dengan disrupsi digital. 

Baca Juga : Didukung Wayan Koster Jadi Caketum IMI, Bamsoet Dorong Pembangunan Sirkuit F1 Di Bali

“Halaqah Santri Digital ini ialah ikhtiar MataAir Foundation bersama Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Kudus agar pelajar dan santri dapat menjadi kreator digital yang terdidik dan terlatih di generasi ini,” harap Chasan. 

Dia menganggap, halaqah ini merupakan solusi yang strategis dan berdampak positif untuk mengurangi kejenuhan pelajar dan santri yang terpaksa melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar dari rumah selama ini. “Kegiatan ini memberikan solusi yang produktif serta dampak yang positif bagi penguatan literasi digital pelajar dan santri kedepan.”  tutup Fauzi. [TIF]