RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar (Kedubes) Uni Emirat Arab di Jakarta dan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Webinar dengan tema “Prospek Energi Terbarukan” pada Kamis (19/11/2020) menggunakan platform Zoom Meeting.

Hadir sebagai pembicara utama yaitu Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem AlDhaheri serta tiga pembicara lainnya, yaitu Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Lily Surayya Eka Putri dan Fatima Al Madhloum Al Suwaidi dari Perusahaan Masdar Mubadala UEA, serta Rizal Broer Bahaweres Dosen Fakultas Sains dan Teknologi.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof Amany Lubis. Dalam sambutannya, Amany mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri serta Fatima Al Madhloum, yang bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca Juga : Jumlah Kasus Baru Nyaris 5.000, Positivity Rate 16,35 Persen

Rektor mengharapkan agar pengalaman UEA khususnya dalam pengelolaan energi terbarukan yang sudah dikenal dunia tersebut tersebut bisa diterapkan juga di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sedangkan Duta Besar UEA Abdulla AlDhaheri mengungkapkan pengalaman UAE dalam berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Mantan Direktur Perusahaan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) tersebut juga menyebutkan, kerjasama pemerintahan UAE dengan berbagai negara termasuk Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan negara United Arab Emirates terus meningkat pesat.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof Lily Surayya Eka Putri menyampaikan status perhatian penggunaan energi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Guru Besar bidang Biologi Lingkungan ini juga mencanangkan kampusnya menjadi Green Campus dengan segala persiapan dan tantangannya.

Baca Juga : Pemain Legenda Ricky Yakobi Tutup Usia, PSSI Berduka

Sementara itu, Fatima Al Madhloum Al Suwaidi mempresentasikan teknologi yang telah dikembangkan perusahaan Masdar Mubadala yang berkontribusi menjadikan negara UEA yang lebih maju. Insinyur bidang energi berkelanjutan ini juga mengungkapkan, teknologinya juga sedang diterapkan dalam proyek Cirata Floating Solar Project di Jawa Barat, di mana Fatimah sebagai manajer proyeknya.

“Cirata Floating Solar Project sebagai pembangkit listrik tenaga surya terapung yang canggih dan terbesar di Asia Tenggara.”

Sedangkan Rizal Broer Bahaweres sebagai pembicara terakhir memaparkan teori dan perkembangan energi dunia, termasuk Indonesia. Alumnus Geofisika Universitas Gadjah Mada yang sekarang menjadi Koordinator Penelitian Data & Software Engineering Fakultas Sains dan Teknologi ini juga memaparkan prospek energi terbarukan, baik untuk penelitian maupun industri.

Baca Juga : Garuda Indonesia Dinobatkan Maskapai Penerbangan Dengan Prokes Terbaik Dunia

Pada kesempatan ini juga Rektor dan Duta Besar berniat menjajaki peluang kerjasama antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan partner UAE, dengan merencanakan MoU sebagai langkah awal untuk kerjasama lebih lanjut antara UIN Syarif Hidayatullah dengan Masdar Mubadala.

Acara ini dipandu Amrullah Zulhilmi dan dimoderatori oleh Agus Sulaiman Djamil, dosen Teknik Pertambangan Fakultas Sains dan Teknologi. Walau banyak peserta yang tidak bisa masuk Zoom Meeting, karena peserta Zoom Meeting dibatasi maksimum hanya 300 peserta, panitia menfasilitasi lewat YouTube Streaming. [DAY]