RMco.id  Rakyat Merdeka - Gara-gara soal utang, ekonom senior Rizal Ramli (RR) dan Jubir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo terlibat perdebatan panas di dunia maya. Saking kesalnya, eks Menko Kemaritiman ini langsung memblok akun Twitter Yustinus. 

Perdebatan RR dan Yustinus dimulai Jumlat lalu, atau setelah muncul kabar Pemerintah Indonesia menarik pinjaman 550 juta euro (Rp 9,1 triliun) dari Jerman. Info soal utang ini diketahui dari unggahan akun Facebook resmi Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, awal pekan lalu. Sepekan sebelum mendapat kucuran utang dari Jerman, Indonesia juga mendapat pinjaman dari Australia sebesar 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 15,4 triliun. 

Berita Terkait : JK Dan RR Sikut-sikutan

Kabar tersebut langsung disambar RR. Sudah jadi rahasia umum, Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini memang getol mengkritik kebijakan Sri Mulyani. 

RR menilai Sri Mul getol menumpuk utang. Saking banyaknya utang, untuk bayar bunganya saja harus dibayar pakai utang. “Mas @jokowi, mau dibawa ke mana RI? Surat utang bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah,” kicau Rizal di akun @RamliRizal. 

Baca Juga : Nina Betschart, Lagi Naik Daun

Menurut dia, pemerintah pun mengganti strategi untuk mencari utang. Kini RI mencari utangan dari satu negara ke negara lain. “Makanya mulai ganti strategi jadi ‘pengemis utang bilateral’ dari satu negara ke negara lain. Itu pun dapatnya recehan. Itu yang bikin ‘shock’,” ujarnya. 

Utang RI memang selalu jadi sorotan dan jadi bahan untuk mengkritik pemerintah. Wajar saja, pasalnya hingga akhir September 2020, total utang pemerintah telah mencapai Rp 5.756,87 triliun atau 36,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan jumlah tersebut, Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan utang luar negeri tertinggi ke-7 di dunia. 

Baca Juga : Mulai Dari Nol, Kok Lama Masa Kerja Tak Dihitung

Membaca kicauan yang nyerang bosnya, Yustinus langsung menangkisnya. Yustinus membantah omongan Rizal yang menyebut bunga utang makin naik. Justru, kata dia, bunga utang Indonesia terus mengalami penurunan. “Meski di-blok, saya jawab Bang Rizal Ramli,” kicaunya di akun @prastow. 

Dia menjelaskan, bunga utang turun dari 7,03 persen di awal tahun lalu menjadi 6,15 persen pada November 2020. Yustinus juga menyebut jika pinjaman dari Australia dan Jerman bukanlah hasil mengemis. “Pinjaman Australia dan Jerman itu wujud persahabatan dan solidaritas tangani pandemi, maka tenornya panjang dan bunga rendah,” cuitnya. 
 Selanjutnya