RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) dijailin warganet. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat itu dituduh macam-macam. Mulai dari mendanai kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, mendukung gerakan politik Rizieq, sampai disebut sedang merancang jalan menuju Pilpres 2024. Menghadapi tuduhan itu, JK kalem saja. 

Tuduhan miring kepada JK itu sudah terdengar sejak Rizieq pulang ke Tanah Air, 10 November lalu. Salah satunya, disampaikan mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya, @FerdinandHaean3. Secara implisit, Ferdinand menyebut JK sebagai orang di balik kepulangan Rizieq dari Mekah, Arab Saudi. Dia menyebut, JK merupakan orang yang membayar denda ke pemerintah Saudi. 

Dari cuitan Ferdinand itu, kemudian isunya menyebar ke mana-mana. Sejumlah pegiat media sosial menggoreng isu ini dengan menyebut JK sedang mempersiapkan Pilpres 2024. Pengamat sosial politik dan pegiat media sosial, Rudi S Kamri, membangun opini lebih liar, melalui tulisannya berjudul "Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarangnya Karena Kepanasan".

Berita Terkait : Kocek Negara Jebol, JK Kasih Wejangan

JK tidak menanggapi tuduhan-tuduhan di Medsos itu. Namun, Jubir JK, Husain Abdullah memberikan klarifikasi panjang terkait hal tersebut.

Husain menyebut, berbagai tuduhan yang dialamatkan ke JK itu kebohongan. "Saya menyebutnya sebuah kebohongan berantai yang dibangun para buzzer," ucapnya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Pria yang biasa disapa Uceng ini menjelaskan, akhir Oktober lalu, JK memang melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Kunjungan itu dilakukan setelah JK melawat ke Vatikan untuk bertemu Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus, dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity.

Baca Juga : Vanessa Angel, Dapat Oleh-oleh Dari Angie

Setelah dari Vatikan, JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh, Arab Saudi, untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta. Penandatanganan dilakukan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia yang diwakili Syafruddin dan Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia.

Setelah acara tersebut, menurut Husain, JK merasa tidak afdal jika tidak menunaikan ibadah umrah. Untuk keperluan ibadah, JK pun melanjutkan perjalanan ke Mekkah dan menunaikan umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Husain pun mengingatkan kepada para pendengung untuk tidak mengotori perjalanan JK dengan narasi menyesatkan, tanpa dasar dan bukti. Ia menegaskan, perjalanan JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan Rizieq, apalagi politik dalam negeri, apalagi untuk urusan Pilpres 2024. "Jangan kotori (perjalanan ibadah JK) dengan fitnah," ujarnya. 
 Selanjutnya